11 Sep 2014

Pelatihan: Olahraga (Okupasi) untuk Anak dengan Autisme


isi goody bag yang saya dapat
Akhir Agustus lalu saya berkesempatan mengikuti pelatihan yang diadakan oleh MPATI (Masyarakat Peduli Autisme Indonesia) di Lotte Mall Bintaro. Infonya saya dapatkan dari shadow teacher Hanif di TK. Menurut salah satu peserta lain, banner acara ini juga sudah dipampang sejak beberapa waktu sebelum hari H. Haha...maklum jarang-jarang ke Lotte. Goody bag yang didapat isinya lumayan lengkap ada CD seri 2 (terapi okupasi), komik autis seri 1, hand out materi, brosur MPATI dan poster tentang deteksi dini autisme. Ternyata penggandaan materi seminar juga atas kerjasama MPATI dengan Pemerintah DKI Jakarta, Lotte Mart dan Rumah Zakat!! Ck...jadi semangat bayar zakat di RZ nih *salah fokus hehe

Seminar yang sudah ke-empat kalinya diadakan MPATI di Lotte Mall ini diisi oleh Pak Amiruddin, Amd. OT. Dari materi disampaikan intinya bahwa keterampilan motorik memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan belajar anak. Ibarat membangun rumah, menguasai keterampilan motorik bak membangun pondasi yang kokoh. Jadi jika orang tua menganggap kemampuan kognitif lebih penting dengan mengajarkan calistung sejak dini, itu salah kaprah. Seorang anak tidak akan tahan menulis maupun berkonsentrasi dalam rentang waktu yang agak lama, jika keseimbangan postural anak belum terbentuk melalui berbagai permainan motorik. Perkembangan pada anak terjadi secara urut dari umum ke khusus, dari kepala ke kali dan dari pokok (badan) ke cabang (jari-jari). Anak akan dapat menulis dengan baik jika bagian pokoknya (lengan, bahu, dan punggung) telah terlatih dan kuat melalui stimulasi motorik. Setelahnya Pak Amir mengajarkan beberapa permainan motorik yang dapat dilakukan dengan barang-barang yang ada di rumah. Saya akan sebutkan beberapa yang dicontohkan kemarin dalam poin-poin:
  1. Tisu, dapat digulung, dipelintir, dan disobek-sobek untuk melatih kekuatan jari tangan
  2. Selang, dapat dipotong dan dibuat lingkaran seukuran hulahop untuk latihan lompat berpola
  3. Jepit jemuran, melatih kekuatan jari
  4. Lempar tangkap bola, melatih kekuatan lengan dan koordinasi mata-tangan. Dapat diganti dengan balon jika bola dianggap terlalu berat dst.

Pada akhir acara, peserta dibagi dalam grup dan diminta untuk berbelanja barang-barang yang bisa digunakan untuk latihan okupasi dengan budget yang disediakan peserta ke Lotte Mart. Lalu masing-masing grup mempresentasikan fungsi barang-barang yang dibelinya. Sayang HP saya ketinggalan (saking buru-buru keluar rumah karena ngga ngajak Hanif) jadi tidak bisa mendokumentasikan. Terima kasih buat MPATI dan Lotte Mall yang sudah mengadakan kegiatan ini. Sangat bermanfaat dan pengeeen ikutan lagi. MPATI mengadakan kegiatan ini 2 bulan sekali. Bagi yang ingin CD Penanganan Dini Autisme (2 CD) maupun info tentang kegiatan MPATI, bisa ke webnya di http://www.autismindonesia.org/.

Poster deteksi dini autisme


surat simpati yang dibagikan saat launching "Jakarta Ramah Autisme"

buku yang saya beli...review ditunggu yaaa