Mungkin menjadi impian setiap orang tua penyandang autisme bahwa sang anak bisa bebas makan gluten. Karena hampir setiap makanan/jajanan melibatkan zat gluten ini -yang bahkan tidak bisa diproduksi di negeri sendiri alias masih mengimpor-. Artikel ini saya baca di majalah Tempo bulan Juni 2014. Rasanya seperti mendapatkan angin segar... walau saya tak sepenuhnya yakin dengan artikel ini. Selama ini Hanif masih menunjukkan efek ketika makan terigu. Mungkin suatu saat nanti... *berharap. Semoga bermanfaat.
Resensi: Satine dan Langit Mengambil
Ika Natassa, 2024 dan 2025 Gramedia Pustaka Utama Sejujurnya saya terlalu malas untuk membuat postingan berbeda untuk dua novel ...
-
Sejak Hanif didiagnosa autis, saya jadi semangat untuk baca buku dan nonton film tentang penyandang autis. Film ini salah satunya. Saya b...
-
Kali ini saya ingin menulis tentang tempat terapi Hanif. Sebenarnya Hanif pertama kali diterapi di sebuah klinik di bilangan Jakarta Sel...
-
Rebecca Stead, Random House, 2009, ebook Postingan kali ini buku yang sudah saya baca beberapa saat lalu. Walau kerjaan lagi banyak, b...

