21 Jan 2012

Codex



Kematian Profesor Pannier, ilmuwan teknologi senjata biologi dan kimia yang bekerja di bawah Pentagon, meninggalkan sejumlah misteri. Di antaranya microchip Romana-25, yang dikirimnya pada Profesor Lombardo, sahabat dekatnya yang tinggal di Italia dua hari sebelum ia meninggal. Demi menyelamatkan microchip tersebut, Profesor Lombardo, Dr. Alda Adrina –rekan kerjanya- dan George Marshall –mantan suami Alda- harus berhadapan dengan mafia Sicilia bahkan CIA. Apa sebenarnya isi Romana-25?

Ini pertama kalinya saya membaca novel konspirasi karya Rizky Ridyasmara. Ada yang bilang Rizky adalah Dan Brown versi Indonesia. Well, saya belum pernah membaca novelnya yang lain, tapi yang ini konfliknya terlalu sederhana. Jika Dan Brown mengupas misteri selapis demi selapis dalam novelnya, novel ini hanya punya satu misteri “apa isi Romana-25”. Di samping itu, novel ini aman sekali dalam arti tokohnya terlalu jagoan. George Marshal yang mantan anggota SAS digambarkan sangat piawai menghadapi mafia dan CIA, ngga pernah tertangkap!. Agak tidak masuk akal mengingat yang dihadapi organisasi internasional. Ngga ada deg-degannya, kurang seru...hehe... Tapi bagaimana pun juga, saya mengacungkan jempol untuk novel konspirasi karya anak bangsa ini. Banyak fakta-fakta mengejutkan tentang Depopulation Program, program untuk mengurangi populasi manusia sebagaimana tertulis dalam Sepuluh Tatanan Dunia Baru. Bagaimana virus-virus penyakit (ebola, HIV, flu burung) sengaja disebarkan untuk tujuan itu. Belum lagi kampanye amannya MSG, menjamurnya resto fastfood, imunisasi, KB, maraknya produk transgenik, dan banyak lagi yang kesemuanya adalah konspirasi jahat demi mempertahankan populasi golongan tertentu dan memusnahkan yang lainnya. Tentu saja terhadap informasi apapun pembaca harus bersikap skeptis, tidak menelan bulat-bulat, untuk itu novel ini juga dilengkapi catatan kaki dan alamat situs-situs terkait bagi pembaca yang ingin menggali lebih jauh tentang konspirasi. Memang tujuan penulis di sini adalah menyampaikan fakta konspirasi dengan cara baru. Media novel yang tidak menggurui diharapkan lebih diterima dibandingkan penyajian fakta melulu yang cenderung membosankan. Dan itu berhasil...pada saya hehe... Setelah membaca novel ini, saya jadi lebih teliti membeli makanan, say no to MSG (yang ternyata punya 20 nama lain!!!), dan berniat untuk tidak mengimunisasi anak kedua saya nantinya. Amiin...