Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2012

Karyawisata ke Ocean Dream Samudera

Gambar
Hanif makan bolu sembari nunggu dibagi tiket Kamis minggu lalu Hanif dan teman-teman seplaygrupnya berkaryawisata ke Ancol. Sebenarnya ini bukanlah kali pertama Hanif pergi karyawisata. Bulan lalu ada karyawisata juga, tapi tujuannya lebih dekat yaitu Taman Kota Serpong dan orang tua tak boleh ikut. Kali ini saya berkesempatan ikut, kebetulan juga Bu Nita –shadow teacher Hanif- berhalangan ikut karena masih berkabung. Tujuan karyawisata ini tepatnya adalah Ocean Dream Samudera alias Gelanggang Samudera. Ternyata namanya ganti, saya juga baru tahu.  Perjalanan berangkat dari Tangerang macet banget, maklum weekdays. Kami baru sampai sekitar pukul 10.45. Di sana sudah penuh banget, ramai dengan anak sekolah yang sebagian besar TK. Mungkin banyak sekolah yang berpikiran sama, memanfaatkan libur ujian kelas 6 plus mumpung lagi ada diskon spesial Hari Bumi. Ya...tiket masuk yang semula 90ribu, diskon jadi hanya 45ribu. Meski jadwal acara sempat kacau gara-gara macet, alhamdulill...

Just The Way They Are

Gambar
Memperingati Hari Autis Sedunia yang jatuh tanggal 2 April lalu menyadarkan saya bahwa keberadaan para penyandang autis semakin banyak. Saya memang belum pernah ikut Walk for Autism yang biasanya diadakan saat Hari Autis, tapi cukup dengan melihat banyak anak-anak baru di tempat terapi Hanif. Ada yang usianya belum 2 tahun, tapi ada juga yang baru terdiagnosa di usia 8 tahun. Dengan semakin banyak informasi tentang autis, tentu meningkatkan kesadaran orang tua untuk waspada sejak dini sehingga banyak anak-anak balita sudah ikut terapi. Sedangkan yang terdiagnosa di usia sekolah, biasanya gejalanya sangat ringan sehingga baru terlihat ketika pelajaran di sekolah mulai sulit, seperti penyandang Asperger.  Keberadaan anak-anak ini tak bisa diabaikan, apalagi dibuang begitu saja dari kehidupan kita. Anak autis sejatinya sama seperti anak-anak lain, dengan keunikannya masing-masing. Orang tualah yang harus menerima mereka apa adanya dan menyayanginya. Ya, kunci dari kesuksesan set...

Bakso Homemade

Gambar
Saya lumayan sering bikinin bakso untuk Hanif, minimal sekali seminggu. Rotasi asupan protein memang dianjurkan oleh dokternya Hanif.  Bahannya:  300 gram daging sapi giling  3 sdm tepung kentang  3 sdm tepung sagu  4 siung bawang putih  2,5 sdt garam  ½ sdt lada putih  air es secukupnya Cara membuat:  Parut bawang putih, campurkan semua bahan kecuali air.  Uleni sambil ditambahkan air es sedikit demi sedikit. Uleni sampai adonan daging terlihat homogen alias tidak terlihat warna kemerahan daging tapi menyatu dengan tepung menjadi agak abu-abu. Air es ditambahkan hanya sampai adonan lemas dan agak lengket di tangan.  Didihkan air. Lumuri tangan kiri dengan sedikit minyak goreng (biar ngga lengket), cetak bakso dengan telunjuk dan jempol sementara tangan kanan menyendok bulatan bakso ke air mendidih.  Angkat bakso setelah mengapung. Biarkan dingin dan simpan dalam frezeer. Bakso siap dipakai u...

Fakta tentang MSG

Para bunda tentunya sudah tahu dampak negatif pemakaian MSG. Tak hanya bagi anak berkebutuhan khusus saja, MSG juga berpengaruh buruk pada anak yang ‘normal’. Hal ini tentu menuntut kecermatan bunda untuk memilih asupan terbaik bagi buah hati kita. Berikut beberapa cara menghindari MSG yang saya baca dari sebuah artikel. Bacalah dengan cermat bahan pembuat makanan (untuk makanan kemasan). Label seperti ‘fresh’, ‘100% natural’, ‘No artificial flavours’, bahkan ‘No added MSG’ tidak menjamin ketiadaan MSG dalam kandungannya. Hindari ‘kode 600’ yang merupakan kode dari penguat rasa, sbb: 620 glutamic acid, 621 monosodium glutamate atau MSG (umami), 622 monopotassium glutamate, 623 calcium glutamate, 624 monammonium glutamate, 625 magnesium glutamate, 627 disodium guanylate atau DSG, 631 disodium inositate atau DSI, 635 disodium ribonucleotides. Hindari bubuk penyedap MSG yang seringkali disebut sebagai gourmet powder, vetsin, chicken salt, atau seasoned salt. Hindari pula sumber ...