Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2012

Tawakkal dalam Berkendara

Gambar
Akhir-akhir ini begitu marak berita tentang kecelakaan lalu lintas di televisi. Mulai dari bis, mobil sampai sepeda motor. Tak jarang diantaranya memakan korban jiwa yang tidak sedikit. Sementara itu beberapa waktu yang lalu dari obrolan ibu-ibu di sekolah saya juga mendengar bahwa salah seorang wali murid bahkan terpaksa diamputasi jari kakinya gara-gara ditabrak oleh anak SMA saat yang bersangkutan sedang berhenti di pinggir jalan!! Bayangkan kehilangan jari kaki, meski hanya sebelah kaki tentu saja akan berpengaruh pada kekuatan pijakan kaki. Berbagai kabar tadi tak urung sempat membuat ciut nyali beberapa kalangan untuk berkendara, terutama para ibu. Bisa jadi kita sudah hati-hati, orang lainlah yang kurang berhati-hati lantas turut mencelakakan kita. Tapi tentu saja kita tidak bisa meniadakan peran kendaraan dalam hidup, apalagi jika jarak yang harus ditempuh cukup jauh. Solusinya adalah tawakkal, menyerahkan segala urusan kita kepada Allah. Yang perlu kita ingat dalam tawakkal ...

[Review] Langkah Kecilku

Gambar
Menjadi orang tua bukanlah perkara mudah, apalagi jika si buah hati dilahirkan dengan kondisi ‘spesial’. Berbagai upaya yang dilakukan sang orang tua, bagaimana mereka menyikapi dan menerima kondisi si kecil dengan ikhlas serta mengajarinya tentang kehidupan. Semuanya dirangkum dalam acara baru di B Channel yang bertajuk Langkah Kecilku. Acara yang tayang setiap hari Minggu pukul 08.30 ini mengulas profil anak-anak berkebutuhan khusus beserta orang tua dan terapis yang menanganinya. Tak hanya anak autis, sindrom lain seperti down syndrom, celebral palsy bahkan tuna netra pernah ditayangkan dalam acara ini. Selama setengah jam, pemirsa akan diajak mengenal lebih dekat keseharian si anak ‘spesial’, berdialog dengan sang orang tua dan berbagi tips terapi dengan para terapis. Bagi sesama orang tua anak berkebutuhan khusus, acara ini memberikan inspirasi dan semangat optimisme dalam pengasuhan buah hati. Banyak orang tua lain di luar sana yang berhasil mendidik anak spesialnya. Kasih s...

Mie Instan untuk Hanif

Gambar
Hanif sangat suka mie. Untungnya dia mau-mau saja ketika saya kasih bihun atau soun. Tentu saya menyebut keduanya mie di depan Hanif. Bihun atau soun seringnya saya masak ala mie jawa. Tapi kadang ketika saya sedang malas atau Hanif sedang kumat ngga sabarannya, ini sering jadi jurus andalan. Bahannya: Soun/bihun jagung kemasan kecil (biasanya 50 gram) Bubuk kaldu nonMSG Kecap manis Lada putih Garam Minyak sayur Cara membuat: Rebus soun/bihun hingga matang, tiriskan Campur 1 sdt peres bubuk kaldu nonMSG, sedikit garam, sedikit kecap manis dan sedikit minyak sayur di piring Taruh soun/bihun rebus di atasnya, campur sampai bumbu merata. Sajikan dengan taburan bawang goreng dan bakso homemade untuk sumber proteinnya Pesan: Ngga boleh sering-sering juga, karena ternyata bubuk kaldu nonMSG masih mengandung hydrolized vegetable protein yang notabene nama lain dari MSG dgn kadar 20-40%. Ini juga tahu dari internet. Tapi emang ti...

Spectrum Education and Treatment Centre

Gambar
Kali ini saya ingin menulis tentang tempat terapi Hanif. Sebenarnya Hanif pertama kali diterapi di sebuah klinik di bilangan Jakarta Selatan. Karena kejauhan, saya memutuskan untuk pindah ke Spectrum atas rekomendasi salah seorang teman yang anaknya sempat diterapi di sana. Letaknya di Bintaro Sektor 7, sebelum jembatan ke arah Lotte Mart belok kiri. Dari ujung jalan, plang Spectrum sudah terlihat. Sejak masih kuliah, saya sudah tahu Spectrum karena sering ke Plasa TELKOM yang terletak tepat di seberangnya. Tadinya saya kira sekolah biasa, tenyata klinik terapi. Hanif masuk Spectrum bulan September 2010. Prosedur awal biasanya dilakukan assessment dulu, baik oleh dokter (psikiater dan psikolog) serta terapis untuk menentukan tingkat kemampuan anak. Biayanya waktu Hanif dulu 400 ribu. Dari hasil assessment itu juga, akan ditentukan terapi apa saja yang diperlukan dan frekuensinya. Hasil assessment Hanif, skor SDA (Skala Derajat Autis) 33. Rentang skor 30-55 tergolong spektrum ...

Tahu Bulat

Gambar
Daripada beli jadi yang pastinya pake penyedap, yuuk...bikin tahu bulat sendiri. Karena Hanif alergi telur, saya bikin tahu bulat tanpa telur. Bahan: 1 buah tahu cina 2 siung bawang putih Garam dan lada secukupnya Daun bawang iris halus (saya sering ngga pakai) Cara membuat: Lumat tahu dengan garpu. Peras tahu dengan menggunakan kain untuk menghilangkan kadar airnya.   Parut bawang putih, campurkan ke adonan tahu. Tambahkan garam, lada, dan daun bawang.   Kepal-kepal adonan tahu sampai bulat padat lalu goreng dalam minyak panas.   Jangan dibalik sampai kulitnya kecoklatan. Balik dengan hati-hati.   Angkat, hidangkan. Tips: Semakin kering air tahunya, adonan tahu akan makin mudah dibentuk dan hasil gorengannya makin krispi. Tahu akan tetap krispi meski sudah digoreng sejak lama. Beda dengan tahu bulat yang dicampur telur, biasanya akan terasa basah jika sudah dingin. Sewaktu menggoreng minyak harus panas agar tahu tidak menyebar/hancu...

Hanif Campak

Gambar
Sepulang dari Taman Topi, Hanif mendapat oleh-oleh. Keesokan harinya, badannya mulai panas. Panas mulai memuncak di hari Rabu sehingga saya putuskan untuk tidak masuk sekolah dulu. Mau dibawa ke dokter, ah...tunggu besok siapa tahu sembuh. Ternyata masih demam dan mulai muncul bintik merah di punggungnya. Saya pikir alergi, karena Hanif sudah 2 kali merah-merah karena alergi. Tapi kali ini bintiknya lebih kecil dan tidak gatal seperti sebelumnya. Selera makannya memang agak turun, tapi minumnya alhamdulillah banyak banget. Mintanya teh anget terus, bisa 5 gelas besar sehari. Tentu saja hanya saya beri sedikit gula dan warna tehnya pun pucat, asal berwarna aja. Hari Jumat, bintiknya makin menyebar ke seluruh tubuh bahkan sampai belakang telinga. Kata mbak yang bantuin di rumah itu tampek a.k.a campak. Setelah dibaca-baca di internet, kayaknya iya. Urung di bawa ke dokter karena panasnya sudah turun. Seiring meluasnya bercak merah, demam dan nafsu makan membaik. Alhamdulillah Hanif bena...

Taman Topi Bogor

Gambar
Ada satu taman hiburan yang bisa dijadikan alternatif menghabiskan akhir pekan bersama anak, letaknya di kota Bogor. Tidak terlalu jauh karena dapat ditempuh dalam waktu 2 jam-an dengan kereta. Namanya Taman Topi. Lokasinya tepat di depan stasiun Bogor, jadi tidak perlu naik angkot lagi untuk mencapainya. Libur Imlek kemarin, kami bertiga pergi ke sana atas rekomendasi teman pengajian yang sering mengajak keempat anaknya ke sana jika liburan tiba. Rencananya mendadak gara-gara Hanif rewel minta jalan-jalan setelah ngendon melulu di rumah selama weekend. Daripada ke mall, kami putuskan ke Taman Topi yang saat terakhir ke Bogor belum sempat kami kunjungi. Berangkat dari rumah jam 10 pagi, gambling tanpa melihat jadwal kereta. Alhamdulillah dapat kereta jam 10.40, sampai stasiun Tanah Abang jam 11-an, kemudian nyambung kereta ke Bogor jam 11.20. Kami turun di stasiun Bogor jam 12 siang langsung disambut hujan deras. Berteduh sebentar sembari tanya tukang becak di mana pintu masuk ke Ta...