Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2024

Resep: Bone Broth (Kaldu Tulang)

Gambar
Karim waktu masih bayi punya kulit yang sensitif sekali. Tidak bisa pakai sabun bayi yang mengandung SLS dan jika digigit serangga kulitnya akan berbekas kehitaman. Kemudian saya putuskan untuk memberikan Karim bone broth. Alhamdulillah biiznillah daya tahan tubuhnya membaik, sudah bisa pakai sabun biasa dan tidak lagi berbekas jika tergigit serangga. Saat itu konsumsinya sekitar 8-10 jar per bulan dan per jar harganya 85 ribu. Lumayan yaa haha...konsumsinya sekitar setahunan. Anggap saja pengganti pengeluran sufor karena tidak minum sufor. Beberapa bulan ini Karim sering sekali demam dan flu. Lalu saya melihat ig salah satu influencer (@olevelove) yang gencar memberi anaknya kaldu tulang buatan rumah sebagai BB boster. Jadilah saya terpikir untuk bikin sendiri kaldu tulang. Bahan: 500 gram tulang sapi/ayam/ikan 4-5 batang wortel (potong besar) 5 batang daun bawang (potong besar) 1 bawang bombay (iris bulat bulat) 5 siung bawang putih (kupas dan geprek) 3 siung bawang merah...

Membaca Ebook Legal di Ereader Kobo (Tanpa Kartu Kredit)

Gambar
Sejujurnya dulu saya sering membaca ebook ilegal hasil download dari berbagai forum. Kemudian seiring bertambahnya umur, saya sadar dan mulai beralih ke ebook yang legal. Saya pernah mencoba apply kartu Jenius demi bisa membeli ebook Kindle di Amazon. Tapi entah kenapa gagal verifikasi dan tidak mendapat penjelasan alasannya. Pilihan berikutnya adalah Google Playstore, yang cukup pakai saldo OVO atau Gopay untuk membeli ebook dan dibaca di Google Books. Memang pilihannya tidak sebanyak di Amazon, tapi toh waktu saya untuk membaca tak lagi seleluasa dulu jadi harus selektif membaca buku dan tidak perlu banyak-banyak pilihan buku. Kemudian ketika saya membeli Kobo, salah satu pertimbangannya adalah bisa membaca ebook dari Google Playstore. Prosesnya agak sedikit rumit. Di sini saya akan menjabarkan garis besarnya dan menyertakan link untuk langkah detailnya dari web Kobo.                                  ...

Review E-reader Kobo Libra H2O

Gambar
Saya memakai Kobo sejak tahun 2021 saat pandemi Covid masih berlangsung. Sempat galau karena harganya yang lumayan tapi akhirnya dibeli dengan niat mulia mengurangi koleksi buku fisik (yang mulai memenuhi rumah) dan demi kesehatan mata (yang mulai sering cenat cenut membaca tulisan di layar). Sejauh ini, saya masih sering memakainya meski ternyata koleksi buku fisik saya juga masih bertambah haha... Review ini akan saya tuliskan dalam bentuk pertanyaan dan jawaban supaya lebih mudah dibaca. Mengapa memilih Kobo dibandingkan Kindle atau merk lain? Karena Kobo lebih fleksibel dibandingkan Kindle. Kobo dapat membaca lebih banyak jenis format file ebook dan tidak harus yang dibeli dari toko terafiliasi. Sebagian besar ebook yang saya baca berformat epub, yang tidak bisa dibaca di Kindle. Kobo juga bisa digunakan untuk membaca komik dengan format cbz dan ebook format pdf. Tapi saya tidak bisa terlalu lama membaca keduanya di ereader karena terlalu kecil untuk mata saya yang plus. Meski ada ...

Resensi: Better Off Friends

Gambar
Finaally nulis lagi, setelah saya pikir-pikir menulis kontinu selama 30 hari itu berat. Apalagi yang ditulis bukan curhatan. Bahkan kalau pun curhatan sepertinya kehidupan saya juga tidak terlalu seru untuk bisa dituliskan setiap hari. Yah...intinya 30 hari menulis diralat jadi tidak setiap hari hehe... Elizabeth Eulberg Ebook, 2015 Guys and girls can be friends. Buku ini dibuka dengan pernyataan di atas, sebelum masuk ke kisah Macallan (ce) dan Levi (co). Levi adalah murid baru kelas tujuh di sekolah yang sama dengan Macallan. Kegemaran mereka terhadap sebuah TV show produksi Inggris (dimana tak seorang pun di sekolah yang pernah menontonnya) membuat mereka dekat. Mereka berdua tak terpisahkan dan keluarga mereka pun dekat. Semuanya berubah setelah Levi memotong rambutnya, mendadak ia jadi populer bahkan jadian dengan Emily, sahabat Macallan. Macallan merasa seperti sedikit ditinggalkan, namun ia berusaha memaklumi kini Levi punya pacar. Levi pun merasa serba salah ketika pacar dan sa...

Resensi: Critical Eleven

Gambar
Ika Natassa GPU, 2015 344 halaman Balik lagi ke karya Ika Natassa. Berhubung semua novelnya baru-baru ini saya baca, masih fresh di ingatan. Ini buku ketiga yang saya baca setelah Heartbreak Motel dan TAOL. Kemarin akhirnya nonton juga filmnya streaming. Jadi postingan hari ini akan sekalian membahas kesan dari filmnya. Novel ini bercerita tentang Ale dan Anya yang menjalani Long Distance Marriage. Keduanya bertemu pertama kali bertemu di pesawat, dari situ lah asal judul Critical Eleven. Tiga menit kesan pertama, dan delapan menit kesan sebelum berpisah. Kemudian karena sesuatu hal, hubungan keduanya kini berada di ujung tanduk. Kesan novel: Seru novel ini. Padahal temanya berat tentang konflik rumah tangga. Alurnya dibuat maju mundur antara saat harmonis (masa lampau) dan saat perang dingin (sekarang). Sudut pandangnya bergantian antara Anya dan Ale. Ini membuat perasaan saya jadi jungkir balik (bergantian antara senyam senyum sampai hampir mewek) di setiap bagiannya. Sel...

Saya dan Komik

Masih lanjut nostalgia dengan kegemaran saya membaca, salah satunya tentu saja komik. Dulu saya berpikir bahwa semua anak suka membaca komik, melihat banyaknya teman sebaya yang juga suka. Namun ternyata ada juga teman yang tidak terlalu suka, bahkan pernah melontarkan pertanyaan yang seketika membuat saya heran. "Setelah baca bagian ini, lalu baca yang bagian yang mana ya?" You know who you are hehe... Saya termasuk style visual, lebih suka yang bergambar atau ada teks. Ketika di kelas pun, selalu lebih suka di bangku depan supaya bisa menyimak tanpa terhalang. Walau pernah juga diminta duduk di deretan belakang karena dianggap anak baik *takabur. Oleh karenanya saya sangat suka dengan komik. Awalnya suka membaca cerita bergambar Nina dan majalah komik Donald Duck yang saya sewa dari taman bacaan di komplek. Suatu hari ketika ikut ayah ke persewaan cerita Kopingho (kalau tidak salah namanya Taman Bacaan Dewi), untuk pertama kalinya saya melihat komik Jepang, seperti Candy-ca...

Majalah Bacaan Jaman Dulu

Gambar
Saya selalu menuliskan membaca sebagai hobi sejak dulu. Hobi membaca memang memberikan kesan pintar, padahal belum tentu yang sering dibaca adalah buku pelajaran hehe. Saya sendiri lebih suka membaca buku fiksi ketimbang buku nonfiksi. Hobi membaca saya seperti ditularkan oleh ayah saya. Dulu ayah saya sering membeli majalah Intisari. Ayahlah yang pertama mengenalkan majalah Bobo kepada saya. Majalah Bobo yang terlama di rumah seingat saya tertanggal tahun 1985 (saat saya usia 3 tahun). Meski baru berlangganan sekitar usia SD. Dulu majalah Bobo terbit setiap hari Kamis. Karena langganan Bobonya dengan tukang koran di kantor ayah, jadi majalahnya baru dibawa ke rumah saat ayah pulang dari kantor di sore hari. Pernah beberapa kali ayah lupa membawa Bobonya waktu pulang. Saya menangis meraung-raung karena sudah menantikan membaca Bobo tapi tidak jadi. Akhirnya ayah saya kembali ke kantornya demi mengambil majalah Bobo. Di kemudian hari kadang ayah menggoda saya dengan bilang lupa membawa ...

Toko Buku Langganan

Gambar
Dulu ketika masih kuliah, saya kerap menunda beli buku sampai ada bookfair dan membeli setumpuk buku wishlist saya di sana. Tentunya dengan harga diskon. Sekarang ini dengan keterbatasan waktu membaca, maka saya memilih untuk membeli satu atau dua buku yang ingin saya baca secara selektif. Buat apa beli banyak-banyak jika pada akhirnya ditumpuk saja *lirik di meja kamar masih setumpuk haha... Ada dua toko buku online yang lumayan sering saya tengok, selain saya masih suka beli secara offline di Gramedia. 1. Toko Buku Bekas Bunda Ayda (ig @bundaayda_id) Biasanya saya akan membeli buku bekas untuk buku-buku terbitan lama. Toko bunda ayda ini kebanyakan menjual buku bekas anak-anak namun kadang nyelip beberapa novel populer. Yang saya suka dari toko ini, pemiliknya memfoto setiap buku satu per satu sehingga jelas kondisi bukunya. Setiap buku pun diberikan kode yang menandakan persediaan bukunya diadministrasikan secara rapi. Buku yang dijual akan diaplot dalam periode tertentu...

Film: Irish Wish (2024)

Di saat semua orang nontonnya Queen of Tears di Netflix, saya tetap nonton film romcom dan film ini yang main Lindsay Lohan! Rasanya sudah lama sekali sejak nonton film Lindsay Herbie Fully Loaded. Film ini bercerita tentang Maddy, seorang editor dari karya penulis novel ternama Paul Kennedy. Namun kenyataan sebenarnya ia adalah ghost writer dari Paul yang dicintainya secara diam-diam. Tak disangka dalam peluncuran novel terbaru Paul (yang ditulis oleh Maddie), Paul malah jatuh hati pada Emma, salah seorang sahabat Maddie. Tiga bulan kemudian, Maddie dan sahabatnya terbang ke Irlandia untuk menghadiri pernikahan Paul dan Emma. Ia sempat kehilangan bagasi dan akhirnya naik bus menyusul sahabatnya. Di bus tersebut, Maddie berjumpa seorang pria Inggris bernama Eddie, yang merupakan fotografer. Keduanya sempat berdebat kecil tentang buku Paul. Ketika berjalan-jalan di sekitar kediaman Paul, Maddie menemukan bangku aneh dan mengucapkan perasaan terpendamnya untuk bisa menjadi pengantin Paul...