Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2015

Memperpanjang SIM C di Satpas Daan Mogot

Gambar
  Tahun ini SIM C saya sudah harus diperpanjang. Sebenarnya masa berlakunya baru akan habis di bulan April. Tapi mumpung saya sempat (baca: atasan sedang tidak di kantor hehe), jadilah saya putuskan untuk memperpanjang pada bulan ini. Awalnya saya berniat memperpanjang SIM di Samsat Keliling yang sedang ada di Mal Ciputra sampai akhir Maret. Namun tidak jadi karena info yang saya baca di internet, Samsat Keliling hanya melayani SIM/STNK dengan KTP setempat. Akhirnya saya memutuskan langsung ke Satpas Daan Mogot yang jaraknya sekitar 30 menit dari kantor saya di Kemanggisan. Jika datang dari arah Grogol, terus saja menyusuri Jalan Raya Daan Mogot, melewati Indosiar dan jalan layang yang panjang, halte Green Garden, halte Taman Kota, naah...tak jauh akan tampak plang Satpas SIM. Jangan khawatir meski Satpas ada di seberang kanan jalan, plangnya dipasang di pembatas jalan jadi tetap terlihat dari sisi kiri jalan. Jika dari arah Jalan Panjang, terus saja menyusuri jalan Kedoya, sa...

Resensi: 30 Paspor di Kelas Sang Profesor #1

Gambar
J.S. Khairen, Noura Books, 2014 Setelah sekian lama, ini kali pertama di tahun 2015 finally i'm back to printed books . Kebetulan saat mencari kado kenang-kenangan untuk anak magang, saya menemukan buku ini. Kayaknya bagus nih...baru sebulan terbit sudah cetak ulang. Akhirnya saya beli dobel, untuk kado dan diri saya sendiri hehe. Sebenarnya saya agak malas membaca buku cetak karena biasanya bukunya akan di-"bully" oleh Hanif. Tapi kini Hanif yang semakin besar mulai bisa memperlakukan buku sebagaimana mestinya hehe... Bayangkan saja jika Anda diberikan tugas kuliah "harus" pergi keluar negeri, sendirian, dan paling lambat dalam waktu 1,5 bulan harus sudah berangkat? Horror kan? Gak dikerjakan...tar takut gak lulus. Mau ngga mau harus dikerjakan... Begitulah kiranya perasaan 30 mahasiswa Matkul Pemasaran Internasional Jurusan Manajemen FE UI ketika diberikan proyek yang nyentrik oleh Sang Profesor Rhenald Kasali. Berbagai pengalaman seru 3...

Dulu dan Sekarang

Gambar
seharusnya past and present^^...telanjur Kemarin tak sengaja menyadari kalau Hanif memakai baju yang sama dengan fotonya waktu kecil. Isenglah saya meminta si ayah dan Hanif berfoto dengan pose yang sama dengan foto jadul. Yang kiri foto ketika ayah Hanif pulang liburan pertamanya dari kuliah S2 (Hanif berumur 3,5 tahun) dan yang kanan Hanif sudah 7 tahun. Time flies yah... Lihat saja baju yang dipakai Hanif, dulunya celana 3/4...sekarang jadi celana pendek >_< *emak-emak pelit hehe... Ayah Hanif juga berkembang :D.

Lucky No.15 Reading Challenge

Gambar
Saat lagi googling, nemu reading challenge yang cukup unik. Saya putuskan untuk ikut agar lebih semangat bikin review...tentunya tidak melupakan resolusi saya di tahun 2015 ini, lebih banyak membaca buku nonfiksi dan buku Islami^^.  Nama RC-nya Lucky No.15 Reading Challenge yang digagas oleh Astrid ( Books to Share ). Kenapa 15? Karena ada 15 kategori buku yang harus dibaca dalam satu tahun...minimal...boleh lebih...haha #pesimis. Kategorinya sebagai berikut: Chunky Brick: buku yang tuebeel...lebih dari 500 halaman. (Lapis-lapis Keberkahan) Something New : buku yang baru-baru ini dibeli.-(30 Paspor di Kelas Sang Profesor) Something Borrowed: buku pijeman dari siapa aja. (Amulet Samarkand) It's Been There Forever: buku lama tapi belum sempat terbaca (Amelia) Freebies Time: buku gratisan, bisa dari giveaway atau kado ultah (A Song for Julia) Bargain All The Way: buku yang pernah dibeli karena murce^^ diskon misalnya Favorite Color: buku dari rak yang covernya ad...

Cilok Isi Keju

Gambar
Semakin sering ke dapur (ngga sering amaat...lebih sering dari waktu kuliah maksudnya), saya semakin memahami bahwa memasak itu memang bukan ilmu pasti. Kirologi tepatnya...serba dikiro-kiro *bhs jawa-red. Makanya tidak ada resep yang pasti untuk satu masakan. Bisa beda antara satu orang dengan yang lain, tergantung selera. Kini saya tidak lagi saklek mengikuti resep, modif sana-sini...sah-sah saja asal cocok dengan lidah kita. Begitupun percobaan kedua saya membuat cilok. Sebelumnya saya pernah bikin tapi ketika dingin ciloknya mengeras. Kali ini saya buat lebih banyak takaran airnya. Sempat kesal ketika membulat-bulat gara-gara lengket di tangan. Tapi untunglah saya teringat tips dari membuat pempek yakni lumuri tangan dengan minyak. Alhasil cilok kali ini selain lebih empuk juga lebih mulus^^. Bahan: 150 gram sagu 150 gram terigu 300 ml air 2 siung bawang putih 1 sdm bawang merah goreng (kadang saya skip jika tak ada) 1,5 sdt garam Seujung sdt penyedap (bisa diskip,...