Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2011

Mengirim Kartu Lebaran

Gambar
Hanif belajar mengirim kartu lebaran di sekolah. Kartunya dibuatkan ibu guru, nantinya anak-anak tinggal menempelkan perangko dan mengeposkannya ke Pak Pos yang datang ke sekolah. Kartunya dialamatkan ke mbah di Maos. Mengantri dengan tertib untuk membeli perangko. Hanif ngga sabaran...jadinya nomor satu beli perangkonya. Dibantu ibu guru menempel perangko.... Usai memasukkan surat ke kotak pos... Update 7 September 2011: kartunya baru nyampe, soalnya alamatnya kurang jelas hehe...*salahkan emaknya Hanif!!

Autism is Treatable

Gambar
Saya pertama kali melihat spanduk tentang buku karangan Kak Kresno ini bukan di toko buku atau pameran buku, tapi malah di stand media pameran kreasi anak bangsa yang digelar Kementerian Perdagangan berbarengan dengan Pesta Buku Jakarta bulan lalu. Saya langsung tertarik dan berpikir ‘ini buku terbitnya kapan? Koq sama sekali ngga ngelihat di pameran buku?’. Saya coba cari di ECC Bintaro pun tidak ada. Saking kepinginnya, akhirnya saya beli buku ini secara online. Buku yang diterbitkan Elex Media ini ditujukan untuk orang-orang yang peduli terhadap autisme, khususnya para orang tua yang dianugerahi anak-anak spesial. Isi buku secara garis besar adalah step-step bagaimana meyakinkan orang tua bahwa autisme bukanlah akhir dunia dan ‘autisme dapat diterapi’. Hal ini menjadi penting karena orang tua adalah kunci utama keberhasilan terapi pada anak autis. Sering kali yang terjadi adalah orang tua terlambat mengenali gejala, bersikap defensif terhadap diagnosis psikiater dan merasa terbebani...

9,10,11

Gambar
Adalah suatu kebetulan jika buku fiksi yang saya baca bulan ini membentuk urutan angka. 9 Summers 10 Autumns karya Iwan Setyawan dan 11 Patriot-nya Andrea Hirata. Tanpa disengaja membacanya pun berurutan hehe... P Buku yang pertama sa ya dapatkan dari seorang teman sebagai hadiah ultah. Yang bersangkutan tahu benar bahwa tak ada hadiah lain yang paling saya suka selain buku, sampai-sampai dengan lihainya bertanya pada saya ‘apa saya pernah baca 9 Summers 10 Autumns’. Ketika saya jawab ‘belum, emang kenapa?’, alasannya ‘kata temen bagus, penasaran pengen baca’ dan saya ngga ke-geer-an sama sekali kalau mau dikasih kado hehe... 9S10A, kita singkat saja demikian (kayak nama boyband korea ya), adalah novel pertama dari Iwan Setyawan. Ceritanya tentang seorang anak sopir angkot di Malang yang akhirnya bisa melanglang buana sukses menjadi Manajer di New York City. Iwan, dengan gaya flash back, diceritakan berkisah pada orang ketiga tentang hidupnya dari masa kecil hingga tiba di NYC. Kare...

The Joy of July

Gambar
Bulan Jul i lalu adalah bulan yang membahagiakan. Haha...karena si ayah pulang liburan selama 1 bulan. Ya...kami berdua memang ditinggal di Indonesia, sementara si ayah berjuang menyelesaikan S2nya di Australia. Sebenarnya awalnya kami berencana untuk menyusul di tahun 2011 ini, tapi ternyata Allah berkehendak lain. Hanif adalah prioritas kami sekarang. Demi keberlanjutan terapinya, akhirnya saya dan Hanif tetap tinggal di Indo. Toh tinggal setahun ini. Kepulangan si ayah kali ini ternyata membuat Hanif senang, ibunya juga sih hehe... Ada beberapa perubahan yang nyata dibandingkan kepulangan ayahnya yang lalu-lalu. Jika sehari-harinya Hanif tidur dengan saya, ketika ada ayahnya ia hanya mau tidur dengan ayahnya. Bahkan saya masuk kamar untuk mengambil baju pun tidak boleh karena dikiranya saya mau tidur di kamar hehe... Saat saya harus pergi sendiri tanpa si ayah, Hanif kebingungan dan nangis harus ikut ibu atau tinggal di rumah dengan ayah. Padahal sebelumnya kemana pun saya pergi, ...

Hanif Goes to School

Gambar
Di usianya yang menginjak 3,5 tahun, kami memutuskan untuk mencoba memasukkan Hanif ke playgroup. Setelah mencari-cari, akhirnya pilihan kami jatuh pada Playgroup Baitul Maal, sebuah sekolah islam berjarak sekitar 300 m dari kontrakan. Sebenarnya ada juga TK yang lebih dekat dengan rumah, cuma 50 m. Tetapi lokasinya yang di pinggir jalan dan kebiasaan Hanif yang pintar menyelinap alias kabur membuat saya sedikit waswas memilihnya. Pengalaman pertama masuk sekolah biasanya membuat anak-anak tegang. Tapi sepertinya tidak berlaku untuk Hanif, malahan saya yang tegang. Hanif sebaliknya terlihat excited dengan tempat baru yang banyak mainannya. Kalau anak lain menangis karena takut ditinggal, Hanif justru menangis ketika harus masuk kelas atau diminta mengikuti kegiatan. Dua minggu pertama yang melelahkan bagi saya dan Hanif. Lelah karena saya ‘agak’ memaksa Hanif mengikuti kegiatan, entah dengan digendong, dipangku, dipegangi. Saya yakin bahwa Hanif harus dibiasakan. Hanif sendiri pun tak...

Tarhib Ramadhan

Gambar
Dalam rangka menyambut Ramadhan, sekolah Hanif mengadakan pawai. Bawa bendera dan pakai hiasan kepala, tapi Hanif cuma mau bawa bendera aja. Acaranya silaturahim ke Pak RT dekat sekolah sambil bagi-bagi bendera sepanjang perjalanan. Hanif dengan benderanya....sebelum berangkat pawai. Anak-anak baris di depan rumah Pak RT, menyaksikan pemberian bingkisan. Tapi Hanif mana ya? Aih...sempet-sempetnya dia main perosotan di sebelah rumah Pak RT.