Suatu hari saya mengajak serta Hanif ke pengajian rutin di rumah seorang teman. Tak lupa saya bawa juga Samsung Galaxy Tab-nya untuk jaga-jaga ketika dia rewel atau bete. Saat tiba di sana, ternyata anak teman saya (Hasna namanya) juga membawa Ipad-nya. Di mana-mana rumput tetangga selalu kelihatan lebih hijau yang akhirnya menyebabkan Hanif dan Hasna bertukar gadget. Beberapa saat berselang, terdengar celetukan dari Hasna "Ummi, ini gimana?". Rupanya Hasna tak familiar dengan Galaxy Tab. Tak berapa lama lagi kembali terdengar "Ummi, ngga bisa..." dan seterusnya berulang hingga akhirnya Hasna meminta kembali Ipadnya. Sementara Hanif sedari tadi anteng-anteng saja memainkan Ipad milik Hasna. Terlepas dari kemudahan Ipad yang hanya punya 1 tombol, saya baru sadar ternyata Hanif memiliki logika yang cukup bagus. Ia tak pernah memainkan Ipad tapi bisa dengan lancar menggunakannya dengan menyamakan cara-cara yang biasa dia lakukan pada Galaxy Tab. Kali lain saya mendapati Hanif dengan lancarnya memutar lagu dari BB teman saya padahal ayah dan ibunya ngga ada yang pakai BB. Ayahnya pakai Iphone (yang sama sekali ngga boleh dimainkan Hanif) dan saya masih setia pakai Nokia E63 jadul (yang juga sudah dikuasainya). Ia pun lancar memakai Galaxy Tab 2 yang sedikit beda dengan miliknya GT P1000. Satu hal lagi yang saya sadari dengan melihat Hanif memainkan berbagai gadget adalah ia tak pernah takut untuk mencoba. Fearless Hanif^^. Kalau anak lain akan spontan berteriak minta tolong saat salah pencet dan tampilan layar berganti, sebaliknya Hanif akan terus saja mencoba pencet-pencet ngasal sampai gadgetnya hang barulah ia minta tolong. That's my son. Semoga Hanif kelak akan menemukan minat dan bakatnya.
4 Mei 2013
Book Review: Catching Fire (Hunger Games #2)
Suzanne Collins, Scholastic, 2009
Coming home after the game, Katniss have no choice but to keep her star-crossed lover acting with Peeta. She must convince all people that what she did in the game purely because of love and not a rebel toward the Capitol. Even proposal of their marriage has been arranged, still the plan doesn't seem to work because then some uprisings started to happen in several district during the victor tour. President Snow shows his dissapointment to Katniss and followed by a lot of restrictions back in district 12. Afraid that her family, Gale's and Peeta's being killed by President Snow, she think the possibility of running away through the woods. But neither Gale or Peeta agreed to it. While she is preparing the wedding, then an announcement of The Quarter Quel comes out. The participants of the quel will be chose from existed victors in every district. As the only girl victor in district 12, she will enter the game once again and Peeta will surely volunteers even if Haymitch being chose. May the odds be their favor this time?
My first reaction reading the synopsis is what? another Hunger Games? I don't think I can't stand for another one. But curiousity beats all that feeling. A lot of progress in this second installment. In the beginning Katniss is so scared of President Snow and his Capitol that she do all she can do to put things back in the place. But when Snow adding more presurre on her, she is gradually being brave and stronger. It is showed when she duplicating the dead body of Seneca Crane during the meeting with Game Master. The other thing is we finally got to know how the previous victor won their games and what happen to them after that. It seems being voctor is not-happy-ending-at-all. That's the reason why Haymitch being like that. The game, Quarter Quell, is...very different with the previous (in first book). The concept is brilliant, really... OMG, I feel like Capitol people haha.... Although still hate the killing part, I admit Quarter Quell is great. Probably it is because the tributes are all winner. I can't wait the visualization in movie. About the love triangle, it grows a little bit faster on one side than another. In this book we finally know that Gale loves Katniss and maybe she do too but that was before Peeta came. Peeta from the first book always get more opportunity to show his undying love to Katniss by being the tribute. Sorry Gale, you're just not be there in the right time. Even Katniss isn't so sure about her feeling yet, but we find her always looking some comfort to Peeta. I wonder is there any real love like Peeta to Katniss? Maybe there is but probably one in a million. In the end, the writer give us very depressing ending that make me wanna read the third. Great book!!!
![]() |
| victory tour poster |
20 Apr 2013
Pindah...
Minggu lalu saya dipindahkan. Alhamdulillah masih di kantor yang sama, hanya pindah ke bidang Perencanaan dan Pengembangan dari sebelumnya di Tata Usaha. Meski banyak yang bilang subbidang yang saya tempati sekarang sibuk banget, saya berusaha menjalaninya dengan ikhlas. Saat ini saya ditempatkan di subbidang Tenaga Pengajar, yang tugasnya secara garis besar merekomendasikan tenaga pengajar, baik dari intern widyaiswara maupun dari struktural DJP. Seberat apa pekerjaan saya nanti, saya belum tahu wong baru 2 hari. Saya tak mau berandai-andai atau terlalu mengambil apa kata orang. Biarlah saya merasakan sendiri dan semoga bisa memberikan yang terbaik. Apalagi saya masih menyimpan keinginan untuk bisa menjadi dosen suatu saat nanti. Mungkin dengan sering berinteraksi dengan kalangan widyaiswara, bisa memberikan gambaran lebih pasti dalam peta rencana masa depan saya. Amiiin.... Lagipula kalau lebih sibuk di kantor, mungkin hikmahnya saya akan terbebas dari godaan belanja online dan update blog hehe.... Jadi gaji yang didapat pun bisa lebih berkah dan hemat (meski sampai saat ini masih menunggu-nunggu SK aktif -_-).
Perkembangan Hanif alhamdulillah semakin baik. Komunikasi dan interaksi sosialnya lebih berkembang sekarang. Hanif mulai senang menerima kunjungan tamu di rumah, meniru gerakan orang lain dan makin pandai mengidentifikasi sesuatu, baik benda maupun orang. Menurut guru pendampingnya, kini Hanif sudah mau mendengarkan instruksi dari guru lain selain guru pendamping. Diet makanannya sudah tak seketat dulu, meski saya masih membatasi. Semoga Hanif semakin pandai dan menjadi anak yang sholeh.
| saya di antara teman2 sekantor |
Resep: Cake Tape Keju
Gara-gara ada temen sekantor yang hobi banget beli cake tape, saya jadi mikir bisa ngga sih saya bikin. Tertantang nih ceritanya hehe... Resepnya saya contek dari resepnya Mba Erna Lubis di milis NCC.
Bahan:
3 butir telur utuh
1 kuning telur (saya ngga pake)
125 gram tepung terigu
125 gram margarin
100 gram gula kastor/gula halus
200 gram tape singkong yang empuk
1 sdm susu kental manis
25 gram keju parut untuk campuran (saya pakai kraft kecil 35 gram)
12,5 gram keju parut untuk taburan (ngga pake)
1/2 sdt BP (tambahan dr saya)
1/2 sdt vanilli (tambahan dr saya)
Cara:
Bahan:
3 butir telur utuh
1 kuning telur (saya ngga pake)
125 gram tepung terigu
125 gram margarin
100 gram gula kastor/gula halus
200 gram tape singkong yang empuk
1 sdm susu kental manis
25 gram keju parut untuk campuran (saya pakai kraft kecil 35 gram)
12,5 gram keju parut untuk taburan (ngga pake)
1/2 sdt BP (tambahan dr saya)
1/2 sdt vanilli (tambahan dr saya)
Cara:
- Pisahkan kuning dan putih telur, sisihkan. Kocok margarin bersama gula kastor sampai lembut dan creamy, lalu masukkan kuning telur satu per satu. Kocok sampai rata.
- Lumat tape singkong sampai lembut, campur dengan susu kental manis.
- Cuci whisk mixer, lap sampai kering dan gunakan untuk mengocok putih telur sampai kaku.
- Masukkan adonan putih telur ke adonan kuning telur, aduk rata. Masukkan tepung terigu(sduah dicampur dengan BP dan vanilli) dan tape sedikit demi sedikit secara bergantian, aduk hingga adonan terlihat homogen.
- Olesi cetakan dengan margarin (saya pakai happy call), lalu tuang adonan dan ratakan. Boleh ditambah kismis atau keju parut di atasnya, saya tidak pakai karena happy call tidak bisa membuat permukaan cake kering sebagaimana pakai otang.
- Panggang dengan api sangat kecil kurleb 8 menit, balik dan panggang kurleb 3 menit. Angkat dan sajikan.
Hasilnya lumayan sih, ngga se-mumbul (mengembang-red.) bolu klemben. Kata si ayah enak, ngga terlalu manis. Hanif juga doyan.
Book Review: The Hunger Games (Hunger Games#1)
Suzanne Collins, Scholastic, 2010
I never take a look on dystopian book before because I think it's kind of book that will dark my day hehe... Later I decided to give a try for The Hunger Games since everybody like the movie. I haven't seen it yet, but I will after I finished the book.
The book is told by Katniss side. She lives with her only mother and younger sister, Primrose in District 12. The nation of Panem consists of 12 districts dan the Capitol controlling the districts. Many years ago, rebellion happened toward the Capitol and resulted in demolition of district 13. Since then every year each district must send 2 teenagers, boy and girl, to compete in televised survivor games until the one last standing be the winner. That year in the reaping day of 74th Hunger Games, Katniss volunteers her sister place as girl tribute. Then the boy tribute from district 12 is Peeta Mellark, the baker's son who ever helped Katniss once when she was eleven, starving and desperate. Now Katniss has to do everything to win, but could she even killed Peeta?
I love this book. The plot is so engaging from reaping day, the parade of tributes, interview with Caesar and the Hunger Games itself. I still hate the killing part, but it is something that tributes were forced to do by the cruel Capitol. I also love how the writer makes Katniss looks so tough with archery and hunting things but inside she is just a girl dealing with her father death. Upon all of serious issues brought in the novel, I found myself waiting every single interaction of Katniss and Peeta. Hehe...guess a love triangle is never failed to keep my eyes on a book. Overall, the Hunger Games gives a great opening for the trilogy.
The movie review: I put this in here, coz don't wanna write the same thing over. The movie is awesome. I am very excited like all Capitol people when Katniss came out with the fire costume. The casts are also great, matching with what described in the book. Although many said Josh Hutcherson is too short, I think he is good as Peeta. He is no longer cute little Gabe in Little Manhattan. About the games, the director is doing good job by not making it too bloody, but I still hate it. Especially the career tributes who looks very casual doing killing. The only weak point from the movie is the duration. It makes a lot of adjustment and cutting from the original story. So if you like the movie, give a shot to the book too. You'll get more detail, more emotions, and more kisses! I tell you Peeta is more generous with kisses in the book than the movie:D
The book is told by Katniss side. She lives with her only mother and younger sister, Primrose in District 12. The nation of Panem consists of 12 districts dan the Capitol controlling the districts. Many years ago, rebellion happened toward the Capitol and resulted in demolition of district 13. Since then every year each district must send 2 teenagers, boy and girl, to compete in televised survivor games until the one last standing be the winner. That year in the reaping day of 74th Hunger Games, Katniss volunteers her sister place as girl tribute. Then the boy tribute from district 12 is Peeta Mellark, the baker's son who ever helped Katniss once when she was eleven, starving and desperate. Now Katniss has to do everything to win, but could she even killed Peeta?
I love this book. The plot is so engaging from reaping day, the parade of tributes, interview with Caesar and the Hunger Games itself. I still hate the killing part, but it is something that tributes were forced to do by the cruel Capitol. I also love how the writer makes Katniss looks so tough with archery and hunting things but inside she is just a girl dealing with her father death. Upon all of serious issues brought in the novel, I found myself waiting every single interaction of Katniss and Peeta. Hehe...guess a love triangle is never failed to keep my eyes on a book. Overall, the Hunger Games gives a great opening for the trilogy.
The movie review: I put this in here, coz don't wanna write the same thing over. The movie is awesome. I am very excited like all Capitol people when Katniss came out with the fire costume. The casts are also great, matching with what described in the book. Although many said Josh Hutcherson is too short, I think he is good as Peeta. He is no longer cute little Gabe in Little Manhattan. About the games, the director is doing good job by not making it too bloody, but I still hate it. Especially the career tributes who looks very casual doing killing. The only weak point from the movie is the duration. It makes a lot of adjustment and cutting from the original story. So if you like the movie, give a shot to the book too. You'll get more detail, more emotions, and more kisses! I tell you Peeta is more generous with kisses in the book than the movie:D
Resep: Bolu Marmer (Marble Pound Cake)
Lagi kepengin bikin bolu marmer, cari-cari di internet alamaaak...telornya banyak banget. Saya paling anti bikin kue telor banyak karena selain peralatan yang saya punya ngga muat, juga mengantisipasi sakit hati kalau gagal hehe... Akhirnya ketemulah resep Marble Pound Cake-nya Bunda Ricke Indriani. Awalnya ngga ngeh apaan sih pound cake, ya udahlah ikutin aja resepnya. Tekstur adonannya agak berat, waduuh...firasat buruk bakalan bantat nih. Tapi cake-nya tetap mengembang (dikit) dan empuk juga. Lalu saya cari info tentang pound cake, ternyata pound cake bertekstur lebih padat daripada sponge cake. Baru tahu juga kalau teknik yang biasa saya pakai (gula-telur dikocok mengembang, baru masuk tepung) itu namanya sponge cake hehe... Meski hasilnya enak, Hanif kelihatannya lebih suka sponge cake. Eksperimen kali ini untuk konsumsi emaknya^^. Ini dia resepnya:
Bahan:
3 butir telur utuh
1 kuning telur
150 gram mentega (saya pakai margarin)
100 gram gula pasir
150 gram terigu (saya pakai segitiga biru)
1/2 sdt vanilli
1 sdt baking powder
Pasta coklat/ coklat bubuk secukupnya
Cara:
Bahan:
3 butir telur utuh
1 kuning telur
150 gram mentega (saya pakai margarin)
100 gram gula pasir
150 gram terigu (saya pakai segitiga biru)
1/2 sdt vanilli
1 sdt baking powder
Pasta coklat/ coklat bubuk secukupnya
Cara:
- Kocok margarin sampai lembut, masukkan gula, dan kocok sampai creamy.
- Masukkan telur satu per satu sambil terus dikocok. Lalu turunkan kecepatan mixer dan masukkan terigu, vanilli, dan baking powder. Kocok sebentar, angkat mixer.
- Ambil 2 sdm adonan, beri pasta coklat, campur.
- Tuang adonan di cetakan (saya pakai happycall yang sudah dioles margarin), ratakan. Tuang adonan coklat di atasnya dan bentuk motif dengan ujung sumpit.
- Panggang dengan api kecil banget selama kurleb 8 menit. Saya sengaja tak memanggang balik karena ingin motifnya kelihatan.
- Angkat dan sajikan.
Selamat mencoba!!!
4 Apr 2013
Trip to Singapore (TTS#1): Persiapan
Setahun yang lalu, kami sekeluarga plus ibu mertua berkesempatan pergi ke Singapura.Sebenarnya itulah alasan saya dan Hanif membuat paspor. Kami ke sana dalam rangka wisuda si ayah. Meski ayahnya Hanif kuliah di Adelaide, wisudanya bisa 'nebeng' di cabang Uni Adelaide yang ada di Singapura. Untung saja ngga perlu jauh-jauh ke Adelaide, mahal bo. Seperti biasa sayalah yang diminta si ayah untuk mempersiapkan ini dan itu, maklumlah PA-nya suami. Persiapan pertama tentu membuat paspor, sudah pernah saya tulis sebelumnya. Yang kedua adalah booking tiket dan hotel. Karena acara wisudanya direncanakan sekitar akhir April 2012, saya memulai hunting tiket pesawat dan book hotel sejak bulan Januari 2012. Alhamdulillah saya mendapatkan tiket AirAsia untuk 4 orang pp. Jakarta-Singapura seharga Rp3.140.000. Murah banget ya, tiket mudik lebaran aja lebih mahal dari itu. Saya membelinya melalui website dan tidak pakai kartu kredit, ngga punya. Hal itu tak masalah karena ayah Hanif nasabah CIMB Niaga Syariah. Web AirAsia sudah terintegrasi dengan CIMBclicks, tinggal daftar e-banking dan book tiketnya (terakhir saya book AirAsia bulan ini, opsi pembayaran dengan debit Niaga/BCA sudah tidak ada lagi, entah kenapa -red). Jika saat membeli tiket belum punya paspor, masukkanlah nomor KTP pada kolom Nomor ID. Yang penting pada saat berangkat, paspor harus sudah punya. Langkah selanjutnya booking penginapan. Berhubung tak punya kartu kredit, saya pun mencari-cari penginapan yang bisa dibook tanpa DP/credit card. Ketemulah "The Hive@Boonkeng". Tinggal book via email saja lalu tunggu balasan konfirmasi dari pihak The Hive. Respon mereka sangat cepat. Selain itu, tarifnya juga lumayan miring hehe. Maklum backpacker hostel, toh buat istirahat aja. Tiket udah, hostel udah, paspor udah, berikutnya menyusun rencana perjalanan (travel plan). Jika tidak menggunakan jasa tour, rencana perjalanan sebaiknya dibuat agar liburan berjalan lancar sekaligus mengamankan budget. Semakin detil rencana perjalanan semakin bagus, meski saat prakteknya pasti ada saja yang diubah. Untuk referensi berbagai destinasi di Singapura, saya lebih suka membaca blog-blog pribadi yang menuliskan pengalaman travelling ke Singapura. Tinggal googling saja dan jumlahnya saaaangat banyak, wow...ternyata orang Indonesia kaya-kaya ya hehe. Kalau saya mungkin sayang-sayang uang, kalau ngga demi wisuda si ayah. Setelah memilih tempat tujuan, buatlah semacam run-down acara lengkap dengan durasi waktu, moda transportasi dan estimasi biaya yang akan dikeluarkan selama di Singapura. Yah ibarat jadi tour guide untuk diri sendirilah. Saya merekomendasikan web gothere.sg untuk mencari tahu moda transportasi sekaligus biaya ke berbagai destinasi di Singapura. Anda bisa membuat lebih dari satu rencana perjalanan. Namanya juga rencana, Tuhan yang menentukan (jaka sembung naik sepedah, ngga nyambung dah...). Ohya, tambahan tips dari saya, print semua dokumen itinerary tiket, email booking hostel dan rencana perjalanan untuk pegangan. Sebagai backup, upload semua dokumen tadi plus scan paspor ke dropbox, just in case terjadi kehilangan. Lalu paling terakhir, pasang reminder untuk web-check in tiket (kalau pakai Air Asia) dan re-confirm hotel seminggu sebelum keberangkatan. Yang ingin tahu contoh rencana perjalanan, bisa donlot di sini (di dalamnya saya sertakan juga email dengan pihak hotel). Have a nice trip....!!! ...bersambung ke TTS#2
Langganan:
Postingan (Atom)
Review: Living Room No Matsunaga-san
Lama ngga nulis blog padahal banyak ide di kepala. Ya begitu kalau kerjaan sedang banyak jadi malas mau menulis hehe... Kali ini saya akan r...
-
Sejak lulus kuliah, saya tidak pernah pulang ke rumah orang tua lebih dari 10 hari. Iyalah jatah cuti setahun maksimal 12 hari, belum kalau ...
-
Sophie Kinsella, 506 halaman Gramedia Pustaka Utama, 2005 Novel ini berkisah tentang Samantha yang bekerja di salah satu firma hukum ternama...
-
Raden Ridwan Hasan Saputra Penerbit Republika, 2020 189 halaman, ebook Buku ini pernah disebut oleh salah seorang rekan dosen di salah satu ...










