23 Okt 2026

Girls Day Out: Pagelaran Sabang Merauke


Alhamdulillah setelah musikal Mar, saya berkesempatan nonton lagi di bulan Agustus. Jangan protes ya dengan judul girls day out karena memang kali ini saya nonton bersama teman perempuan walau bukan girl lagi wkwk.

Shownya adalah Pagelaran Sabang Merauke di akhir Agustus lalu. Awalnya tahu dari instagram Raissa yang jadi main cast di pagelaran ini. Saya berangkat bersama seorang temen kantor dengan mengambil cuti setengah hari di Jumat siang. Sengaja memilih hari Jumat karena weekend ada agenda keluarga. Walau sempat hampir batal karena mendadak prodi dapat jatah bikin kuliah umum di Jumat siang wkwk. Tapi alhamdulillah diijinin atasan, asal acara udah running boleh ditinggal. Jadilah kami berangkat naik gojek-commuter line-gojek jam 14 dari pondok aren menuju Indonesia Arena. Pas banget sampai tempat duduk jam 15.06 setelah perjalanan panjang ke lantai 3 karena kursi kami ada di tingkat teratas wkwk literally olahraga.

Tema pagelaran tahun ini adalah Hikayat Srikandi Nusantara. Ceritanya Srikandi (Raissa) berkeliling Nusantara untuk mengumpulkan kekuatan para perempuan dari berbagai wilayah untuk melawan Yuyu Kangkang, simbol kekerasan terhadap perempuan. Ada Mande Rubayah, Dayang Sumbi, Calon Arang dan Mahadewi yang diperankan Yura Yunita, itu sebagian kecil yang bisa saya ingat. Di setiap wilayah yang disambangi Srikandi secara berurutan dari barat ke timur, akan selalu disertai atraksi budaya dan tarian dari wilayah tersebut. Artis yang turut berperan selain Raissa dan Yura, ada Indra Bekti, Gallaby dan Padi.

Ini kali pertama saya menyaksikan sendratari kolosal. Kesan pertama tak disangka jauh bangeet sama panggungnya haha...maklum lah kursi bronze as always beli yang paling rendah. Lumayan tertolong juga oleh layar panel di atas panggung untuk melihat lebih jelas ekspresi pemainnya. Tapi saya akui soundnya mantaap. Padahal panggungnya nun jauh di sana, suara bisik bisik Limbuk (Gallaby) masih terdengar jelas.  Katanya directornya memang menaruh perhatian khusus pada kualitas sound panggung. Pertunjukannya spektakuler dan segala macam ada, dari nyanyian, tari-tarian, atraksi budaya seperti lompat batu, atraksi terbang-terbang pakai sling, sampai kemunculan naga berkepala tiga. Bagus banget buat promosi budaya Indonesia ke kancah internasional, bisa juga jadi sarana mengenalkan budaya pada generasi jaman now. Salah satu naratornya yang bernama Zee, sengaja dipilih untuk mewakili gen Z. Overall, saya menikmati pengalaman pertama saya nonton pertunjukan kolosal. Apakah mau nonton lagi? Mau, mungkin dengan better view ya biar bisa lihat ekspresi lebih jelas...siapa tahu ada rejeki kan. Kata teman pertunjukan ini ada setiap tahun, ceritanya slightly different aja. Intinya tetap showcasing budaya Indonesia dari Sabang sampai Merauke sebagaimana nama pertunjukannya. Tahun lalu katanya kepala naganya cuma 1, tahun ini 3, tahun depan? Mungkin 5 haha...

Kalau hal yang saya rasa kurang adalah penonton kursi bronze tidak dapat booklet fisik, meski disediakan pdfnya melalui akun ig resminya. Saya baru tahu setelah melirik pengunjung di kursi depan saya yang membacanya di hp. Menurut saya, menonton pertunjukan ini kudu banget sambil baca booklet supaya tahu nama tariannya atau filosofi di balik cerita yang diperankan. Sekalian memperkirakan shownya sampai mana dan berapa lama lagi. Ini yang saya salah perkiraan. Ternyata show ini tanpa jeda, 2,5 jam lebih. Saya yang menunggu jeda untuk sholat ashar kecele dan akhirnya keluar menjelang akhir. Mana musholanya jauh di lantai 1, lalu pas sholat terdengar suara Raissa nyanyi solo Cahaya Hati yaah haha... Belum rejeki nonton Raisa live solo.

Scene Betawi dan Ondel-ondelnya

Scene Jawa Timur dan Reog Ponorogonya

Scene Mahadewi (Ratu Pantai Selatan) yang mengendarai naga *maaf ya blur maklum hp old style

Closingnya yang meriah dan colorful

My POV...sejauuh ini hehe

thx u for coming with me

Antara Diary, Blog dan Instagram

Saya suka menulis sejak SD. Meski tetap tak suka ketika harus mengerjakan mengarang bebas yang tak pernah absen dari ujian Bahasa Indonesia ...