Repost: Tumbuh di Tengah Badai
Buku ini buku tentang autis pertama yang saya baca. Saya pernah melihatnya di Gramed, tapi tak tertarik menyentuhnya. Ketika Hanif divonis autis, saya mulai sering baca-baca di internet dan melihat buku ini di koleksi perpustakaan Yayasan Autisma Indonesia. Ketika saya mendapatinya di lapak buku bekas halamanmoeka , langsung deh saya beli. Kata suami yang lebih dulu membacanya, ‘Bagus dek. Gaya bahasanya agak mirip Laskar Pelangi’. Ya, di tengah-tengah memang ada penggunaan istilah lanun yang agak jarang ditemui selain di Laskar Pelangi. Mungkin karena diterbitkan oleh penerbit yang sama kali ya, Penerbit Bentang. Tumbuh di Tengah Badai menceritakan pengalaman Ibu Herniwatty dalam membesarkan anak spesialnya Catra. Memiliki anak autis di era 90-an adalah perjuangan yang luar biasa. Bagaimana tidak, saat itu info autisme masih sangat minim, apalagi tempat-tempat terapi. Catra sempat dimasukkan ke SLB tapi dianggap terlalu pintar, masuk sekolah umum...dianggap tidak bisa mengi...