Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2012

Pepes Ikan Mas

Gambar
Suami suka banget pepes ikan. Pernah bikin tapi ngga enak. Makanya pas mertua datang ke rumah, aha...kesempatan kursus gratis. Pepes bikinan ibu mertua emang maknyusss hehe... Ini resepnya...sedikit ribet tapi enak^^ Bahan:  1 kg ikan mas-isi 4 (bisa diganti ikan lain, patin juga enak)   6 siung bawang putih  1,5 ruas kunyit  1,5 ruas kencur 2 ruas jahe 8 lembar daun jeruk  4 lembar daun salam 5 buah cabe keriting  3 buah cabe rawit (bisa ditambah kalau suka pedas)  8 butir kemiri  4 batang sereh, ambil bagian putihnya iris tipis  2 butir tomat, potong-potong 2 ikat daun kemangi  2 sdt garam  Daun pisang secukupnya Cara membuat:  Ulek kunyit, jahe,dan kencur terlebih dahulu. Baru tambahkan bawang, cabe, kemiri, dan garam, lalu ulek kembali sampai halus. Oh iya, sebaiknya jangan menggunakan blender untuk menghaluskan bumbu karena akan membuat rasa pepes kurang manta...

My First Jilbab

Gambar
Beberapa waktu yang lalu, saya memperingati genap 13 tahun saya memakai jilbab. Bukan waktu yang sebentar, pun tak lantas berbanding lurus dengan kualitas iman saya –yang masih jauuuh dari standar ideal saya akan seorang muslimah. Mengingat masa-masa jilbaban pertama, saya cukup takjub bahwa saya bisa mendapatkan hidayah. Lahir di keluarga yang lumayan moderat terhadap agama, bahkan sampai SMA kelas 1 saya tahunya menutup aurat –pake jilbab- itu sunnah hukumnya. Suatu saat ketika Ospek SMA, saya diminta membacakan An Nuur 31 oleh seorang kakak kelas dan diterangkan panjang-lebar artinya kewajiban menutup aurat dsb. Saat itu pun saya masih berfikir “duuh, fanatik amat yak”. Tapi kersaning Gusti Allah, saya mulai senang melihat akhwat berjilbab. Kesannya adem. Sempat ditentang oleh ibu saat saya mengutarakan niat jilbaban, mungkin karena ibu saya meragukan niat saya hehe... Wong sholat subuh aja masih susah dibangunin. Akhirnya saya pun bernadzar “kalau saya bisa punya SIM dan nai...

Lebaraaan!!!

Gambar
Lebaran kali ini lagi-lagi tak terlewati bersama si ayah. Ayahnya Hanif kebetulan mendapatkan kesempatan shortcourse ke Beijing selama 3 minggu. Ya sudahlah, saya dan Hanif pun pulang kampung lebih awal. Tapi meski minus si ayah, lebaran tahun ini tetap terasa ramai. Adik saya dan keluarganya pulang ke Maos tahun ini. Terakhir kali kami bersua waktu lebaran terakhir di Kediri 2 tahun yang lalu, sekarang membernya sudah nambah yaitu Panji, anak adikku yang baru berusia 1 tahun. Selain itu, yang membuat lebaran ini lebih istimewa adalah kehadiran om dan tante –adik-adik ibu- yang jauh-jauh datang dari Surabaya. Saya juga bersyukur karena ada bala bantuan untuk memasak hidangan lebaran. Tadinya saya sempat khawatir dan ngga pede kalau harus masak sendirian. Secara masih chef amatiran hehe... Keadaan ibu...meski semakin menurun tetapi ibu terlihat senang kami semua bisa berkumpul. Sementara itu ayah yang badannya semakin kurus ternyata terkena hipertiroid. Alhamdulillah kondis...

Apa itu Behaviour Therapy (Terapi Perilaku)? (Terapi#1)

Gambar
Akhir September lalu, tepat 2 tahun Hanif menjalani terapi. Saya jadi berpikir ingin men-share jenis-jenis terapi yang diikuti Hanif. Tentu saja tulisan ini tidak berdasarkan ilmu pengetahuan ya, hanya sharing pengalaman saja. Terapi perilaku bisa dibilang dasar dari semua jenis terapi. Terapi perilaku berfungsi untuk membentuk pola perilaku anak sesuai yang kita inginkan dengan metode reward and no-reward. Hampir semua anak yang ikut terapi di tempat yang sama dengan Hanif, mendapatkan terapi jenis ini. Tak hanya anak berkebutuhan khusus saja, anak yang salah pola asuh pun bisa disarankan mengikuti terapi perilaku. Misal anak yang dibesarkan dengan budaya permisif (apa-apa boleh alias dimanja), dapat dibentuk perilakunya dengan terapi ini. Prinsipnya adalah memberikan reward bila anak melakukan apa yang diminta dan membatalkan atau menarik reward bila anak menolak atau tak melakukannya. Ada beberapa latihan dalam terapi perilaku yang saya ketahui. Latihan perta...

Akhirussanah

Gambar
Di acara perpisahan kakak TK B, Hanif dan teman-teman PGnya ikut berpartisipasi. Hanif turut serta dalam drama bertema pelestarian hutan. Perannya jadi sapi, mondar-mandir pakai topi sapi. Sayangnya topinya baru dicobakan saat gladi bersih. Alhasil Hanif ngga mau pakai saat di panggung. Ya udah mondar-mandir aja, ngga jelas hehe... Setelahnya tiap anak dapat piala dengan predikat sesuai kelebihan tiap anak. Hanif dapat predikat “cerdas membaca talaqqi” sesuai di rapornya. Bahkan anak yang pendiam pun mendapat predikat “cerdas dalam bersabar”. Hehe...hebat juga ide bu guru. Soalnya anak-anak seneng banget waktu dapat piala, termasuk Hanif. Punya Hanif ditaruh di dekat kipas angin tapi menghadap ke belakang alias terbalik. Ternyata di bagian belakang piala ditempel foto Hanif hehe... Tujuannya sih biar tidak tertukar waktu membagikan. Ini sebagian potonya... main di playground hanif dan pialanya bete...sapinya ngantuk^^ saat di panggung foto bersama tema...