Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2013

Challenge: Receh for Books 2013

Gambar
Saat SD 1000 rupiah =  2 mangkuk bakso + 2 teh botol Ketika SMP 1000 rupiah = ongkos angkot ke sekolah pp + jajan pisang molen 2 biji + es teh Pas SMA 1000 rupiah = sepiring nasi pecel Bu Pin + es teh Zaman kuliah 1000 rupiah = segelas es teh manis Sekarang 1000 rupiah = bayar parkir (kadang 2 ribu malah) 1000 rupiah atau nominal yang lebih kecil seringkali kita sebut receh. Dari sebutannya saja receh, kedengarannya remeh bukan? Bahkan uang 1000 rupiah yang semula berbentuk uang kertas, kini dicetak dalam koin seolah semakin menunjukkan bahwa nilai 1000 adalah receh. Meski demikian, segala sesuatu yang kecil jika dikumpulkan akan menjadi bukit. Begitulah kiranya semangat yang diusung oleh floriayasmin yang menggagas tantangan "Receh for Books 2013". Syaratnya cukup mudah: 1.Kumpulkan uang receh dari Januari-Desember 2.Jangan dihitung sampai akhir tahun 2013 3.Setelah semua uang terkumpul, belikan buku yang kamu inginkan/bukunya dihadiahkan ke orang lain 4.Kala...

[Re-post] Menjadi Ibu dari Anakku

Gambar
Ketika Hanif lahir hingga usianya menjelang 2 tahun, saya berpikir menjadi seorang ibu tidaklah sesulit yang kubayangkan sebelumnya. Hanif kecil sangat mudah diasuh, jarang rewel dan doyan makan. Selain keterlambatan bicara, semua perkembangannya cukup normal. Hanif memang belum bisa memanggil ayah ibu tapi ia senang bersenandung dan sudah hafal abjad di usia 20 bulan. Ayahnya sempat agak curiga ketika Hanif tidak menoleh ketika dipanggil atau melihatnya suka memutar-mutar benda. Namun di satu saat, ia bisa sangat responsif dan bisa dialihkan untuk tidak memutar benda. Ah, anak ini ngga papa koq, pikir saya waktu itu. Saat usianya 2,5 tahun dan belum juga berbicara selain kata “aduh”, akhirnya saya memantapkan hati untuk membawanya ke Klinik Tumbuh Kembang di Harapan Kita. Hasilnya Hanif dinyatakan bisa bicara tapi tidak digunakannya untuk berkomunikasi dengan orang lain. Padahal fungsi bahasa adalah untuk berkomunikasi. Hanif sudah bisa menyanyi beberapa lagu, ...

Resensi Buku: Pride and Prejudice

Gambar
cover edisi terjemahan Jane Austen, Project Gutenberg, 2008 Elizabeth Bennet (Lizzy), lahir di keluarga menengah dengan 4 saudara perempuan. Ibunya, Mrs. Bennet, mempunyai impian untuk menikahkan putri-putrinya dengan pria-pria yang 'mapan'. Ketika mendengar tanah tetangga, Netherfield, akan segera kedatangan penghuni baru yang kabarnya berpenghasilan tinggi, ia begitu bersemangat mendesak suaminya untuk mengunjungi sang tetangga baru agar mereka bisa berkenalan. Keinginan Mrs. Bennet agaknya terwujud saat Mr. Bingley, sang tetangga baru, tampak berlama-lama berdansa dengan Jane, putri tertuanya di sebuah pesta. Mr. Bingley tak datang sendirian, ia bersama adik perempuannya, Caroline dan sahabatnya, Mr. Darcy. Berbeda dengan Bingley yang ramah, Mr. Darcy yang konon 'lebih kaya' daripada Bingley terlihat angkuh dan sombong. Ia bahkan berkomentar bahwa Elizabeth 'tak secantik kakaknya dan hanya biasa saja' saat Bingley menawarkan diri untuk memperkenalka...

Resensi Buku: Sammy Keyes and The Hotel Thief

Gambar
Wendellin Van Draanen, Yearling, 1998 Samantha Keyes tinggal bersama neneknya, Rita Keyes di sebuah apartemen subsidi pemerintah khusus para lansia. Sebenarnya ia tidak diperbolehkan tinggal di sana, tapi apa boleh buat ibunya memilih mengejar mimpinya sebagai aktris Hollywood dan menitipkannya pada Sang Nenek -Rita-. Tetangga satu lantai, Ny Graybill kerap mencurigai Sammy tinggal bersama Rita. Akibatnya Sammy jadi tak bebas keluar masuk apartemen. Hari itu ia kebosanan setengah mati di dalam apartemen. Ia pun memata-matai kegiatan orang-orang di sekitar apartemen melalui teropong. Sebenarnya neneknya sering melarangnya bermain teropong, tapi toh ia tak berbuat kejahatan. Namun di sebuah kamar Hotel yang terletak tepat di seberang apartemennya, seseorang tampak terburu-buru mencari sesuatu. Tiba-tiba laki-laki tersebut mendongak dan melihat ke arahnya. Entah kenapa, Sammy masih dengan teropongnya malah balas melambai (haha...). Ketika kemudian terdengar berita pencuria...

Hanif di TK B

Gambar
Tak terasa Hanif sudah TK B sekarang. Perkembangannya di sekolah berdasarkan rapor kemarin alhamdulillah semakin baik. Motorik kasarnya berkembang pesat, motorik halusnya juga mulai baik dan kata-katanya makin banyak terutama benda-benda yang disukainya. Kini ia bisa mengidentifikasi makanan tertentu, tempat tertentu dan orang-orang di sekitar dengan cepat. Kadang hal ini jadi bumerang tersendiri ketika Hanif terus-terusan mengajak pergi ke McD atau minta beli pop mie tiap kali pergi ke warung (haha...). PRnya masih masalah konsentrasi dan komunikasi dua arah... Hhmmm...-__- Hari pertama sekolah sengaja saya ambil cuti. Ternyata Hanif malah ngadat, ngga mau masuk pagar. Katanya 'pulaaang...mau HP', yaah kebanyakan main HP ni pas libur. Setelah berjuang membujuk bahkan menggendong, alhamdulillah Hanif mau berbaris dengan teman-temannya di kelas Jingga 1. Saat ia mulai asyik, saya menyelinap turun ke bawah (kelas Hanif di lantai 2). Tak berapa lama bahkan saya masih di tangga,...