Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2025

Resensi: Di Depan Kabah Kutemukan Jawaban

Gambar
Riza Almanfaluthi , 2025 Maghza Pustaka, 200 halaman Buku ini adalah buku kedua Pak Riza yang saya review . Saya punya beberapa buku beliau tulis dan ini yang paling terakhir saya beli. Namun paling berkesan bagi saya. Mungkin karena saya -sebagaimana muslim lain- juga rindu ke Baitullah ya. Semoga Allah ijabah kesempatan untuk berhaji atau umroh. Buku ini berisi kisah perjalanan haji dan umrah yang pernah penulis alami. Berhajinya sudah di tahun 2011 dengan istrinya dan ibadah umroh di tahun 2025 awal dengan keluarga (istri dan anak). Penyajian buku terbagi 5 bab tentang persiapan, berbagai ritual dalam haji dan umrah, kisah-kisah di kota Nabi, kisah terkait Kabah dan terakhir tentang pulang. Ceritanya dituturkan dalam fragmen slice of life , bercampur antara momen saat haji maupun umrah. Selain menyelipkan  rujukan ayat al quran dan hadits, penulis juga menuliskan berbagai tips dan hacks baik untuk...

Resensi: Log In: Habib dan Onad

Gambar
Husein Ja'far Al Hadar, 2025 Penerbit Hiatus, 200 halaman Pertama tahu buku ini dari iklan di email. Konon materi buku ini diambil dari podcast Habib Ja'far dan Onad. Jujur saya bukan penggemar podcast *orang visual saya. Pun tak tahu siapa Onad tapi saya tahu Habib Ja'far dan kiprah dakwahnya yg 'anak muda' banget. Itulah yang kemudian mendorong saya membeli buku ini kala peluncurannya di mizanstore.com. Buku ini dikemas dalam 20 bab (termasuk epilog) dengan judul-judul yang cukup provokatif. Maksudnya kerap kita dengar ditanyakan oleh orang-orang yang belum atau baru kenal Islam. Contohnya 'kalau Tuhan Maha Esa, kok, agama banyak?' 'katanya Islam damai, kok, boleh perang?' 'kok Islam engga asyik, dikit-dikit haram'. Menarik yaa, bahkan saya sendiri jadi mikir jawab apa ya kalau ada yang nanya begitu. Penjelasannya ditutur dengan bahasa yang ringan dan kerap menggunakan analogi sederhana sehingga mudah dipahami. Meski demikian ...

Antara Diary, Blog dan Instagram

Saya suka menulis sejak SD. Meski tetap tak suka ketika harus mengerjakan mengarang bebas yang tak pernah absen dari ujian Bahasa Indonesia kala itu. Bagi saya menulis itu harusnya tanpa beban dan tanpa paksaan. Maka saat itu saya mulai menulis diary . Hanya menceritakan keseharian dan apa yang saya rasakan. Tidak pula untuk konsumsi orang lain. Ketika dewasa, saya menghindari menulis diary . Memilih untuk curhat langsung saja pada Allah dan beberapa kawan dekat. Jujur agak khawatir ketika tumpahan emosi sesaat yang berjejak tersebut akan menimbulkan konflik di kemudian hari. Tapi saya tetap ingin menulis. Saat itu baru mulai trend blogging dan saya pun ikut membuatnya. Topiknya seputar keseharian saat itu yakni mengurus anak kala mengambil cuti panjang sekitar 2 tahun. Jadilah isi blog ini review buku dan film (karena saya suka baca novel dan nonton tapi bukan yang hobi banget), resep (dulu sempat dipaksa berkutat di dapur karena hanif harus diet CFGF) dan cerita perjalanan (biar a...