Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2025

Jumpa Baca

Gambar
Kali pertama mendengar kegiatan Silent Reading di whatsapp grup salah satu komunitas kantor, yang terlintas di kepala adalah silent reader di grup whatsapp. Beberapa saat kemudian baru sadar bahwa itu kegiatan membaca bersama yang dilakukan secara online. Mungkin karena anggotanya kebanyakan emak-emak kantoran yang wiken pasti banyak acara, makanya diadakan online di jam istirahat seminggu sekali. Memaksa diri untuk membiasakan diri membaca, tujuan yang baik. Walau diri pribadi merasa ngapain ya nyalain zoom terus baca buku hehe... No offense ya, saya sudah mengakui tujuannya baik. Beberapa waktu yang lalu perpustakaan kampus juga menggelar uji coba event yang sama. Namun secara offline di gazebo depan perpus. Nama kegiatannya Jumpa Baca akronim dari Jumat Pagi Membaca. Nama yang catchy. Kegiatan tersebut sepertinya mengadopsi kegiatan baca bareng oleh komunitas Silent Book Club, terlihat dari foto yang terpasang di flyer kegiatannya. Kebetulan pagi itu saya tidak ada kegia...

Mendadak Musikal Keluarga Cemara

Gambar
Minggu lalu adalah minggu yang hectic. Beberapa tenggat jatuh di tanggal yang sama membuat saya sempat bergadang. Kebiasaan saya ketika kerja (selain menulis) supaya tidak mengantuk sembari mendengar playlist secara acak di youtube. Tiba-tiba sebuah lagu mampir ke telinga saya dengan suara khas Quinn Salman. Eh lagu apa nih koq enak batin saya. Ternyata lagu yang berjudul Indah Apa Adanya itu salah satu lagu dari musikal Keluarga Cemara. Saya penasaran lalu mengulik lebih jauh lagu lagu lainnya. Waah bagus bagus... Alhasil saya impulsif check out tiket musikalnya pas di hari terakhir show. Rupaya musikal tersebut sudah digelar selama sebulan liburan sekolah. Kali ini saya izin ke suami untuk tidak ajak anak anak. Selain karena tiketnya tinggal sedikit, durasi jadi pertimbangan mengingat Hanif dan Karim seringkali minta keluar ketika nonton bioskop. Sekalian mau jeda sejenak dari hiruk pikuk penilaian uts. Berhubung ini kali pertama menonton musikal jadi saya pilih tiket yan...

Resensi: Twenties Girl

Gambar
Sophie Kinsella, 564 halaman GPU, 2010 Masih edisi membaca ulang karya Sophie Kinsella. Tema novelnya kali ini adalah hantu. Hhmm...genre romcom berpadu mistik...kayak menarik ya. Novel ini bercerita tentang Lara yang baru saja putus dari pacarnya (tapi masih yakin mereka akan bersatu kembali). Di sisi lain, ia juga menghadapi masalah pekerjaan, Natalie, partnernya di biro rekrutmen yang didirikan bersama mendadak memutuskan tidak kembali dari liburannya. Padahal Natalie-lah yang lebih berpengalaman di bidang talent-recruitment dibanding dirinya. Kemudian terjadi hal yang aneh saat ia menghadiri pemakaman Sadie (adik dari neneknya), tiba tiba saja ia bisa berkomunikasi arwah Sadie -yang muncul dalam versi usia 20-an. Hantu Sadie memintanya untuk mencarikan kalungnya yang hilang atau ia akan terus menghantui Lara. Pada kenyataannya Sadie tak sekedar meminta Lara mencari kalung, tapi juga menyuruh Lara berkencan dengan dalih agar ia bisa merasakan hal yang tak sempat dilakuk...