Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2014

Resensi: Daddy Long Legs

Gambar
Jean Webster, Atria Bagi yang gemar membaca komik, mungkin dulu pernah membaca versi komiknya yang berjudul “Georgia Abbot”. Padahal di novel aslinya ini tokoh utamanya bernama Jerusha Abbot. Jerusha dibesarkan di panti asuhan John Grier dan ia sudah mencapai masa kadaluarsa di sana, maksudnya sudah terlalu lama tinggal di panti. Karena esai yang dibuatnya semasa sekolah, salah seorang dari Dewan Pengawas Panti tergerak untuk membiayainya melanjutkan kuliah. Hal ini sangat jarang mengingat pada zaman tersebut anak perempuan, terutama dari kalangan miskin –apalagi yatim piatu-, biasanya tidak melanjutkan perguruan tinggi. Sang bapak asuh bersedia membiayai kuliah Jerusha dengan syarat ia harus menulis surat kepadanya setiap bulan, menceritakan kehidupannya di kampus. Karena Jerusha tak tahu nama asli sang bapak asuh dan hanya melihat siluet kaki panjangnya ketika keluar dari panti, maka is memutuskan untuk memanggilnya Daddy Long Legs. Sebenarnya ini adalah sebutan untuk laba-laba...

Resensi: After School Club

Gambar
Orizuka, Bentang Belia, 2012 Ceritanya tentang Putra, cowok populer, ganteng dan kaya, yang terpaksa masuk kelas tambahan seusai sekolah karena nilai pelajaran Fisikanya jeblok. Meski awalnya enggan bin ogah karena melihat ke'dodol'an anak-anak After School Club, mau tak mau ia harus menjalaninya atau ayahnya akan dipanggil ke sekolah. Entah akan seperti apa reaksi ayahnya jika tahu anak semata wayang yang diharapkannya jeblok nilainya. Di After School Club ada Cleo -ketua club yg jahilnya setengah mati-, ada si kembar Ruby-Mario yang maniak cosplay, Zia yang always 'make-up', Tiar, Panca, dan anak-anak lain yang keusilannya bikin geleng-geleng kepala anak SD (lebih parah soalnya). Bahkan mereka kompak memanggil Putra dengan sebutan "pangeran". Namun di balik meriahnya kelakuan mereka, Putra menemukan sesuatu yang lain, sesuatu yang membuat mereka semua selalu datang ke After School Club sepulang sekolah...meski nilai mereka tak lagi jeblok. Kesan pe...

Review: Divergent and Free Four

Gambar
Veronica Roth,  Katherine Tegen Books, 2012 It's been a while since my last reading in January maybe?. Still doing read but I just pick articles and a looot of korean drama synopsis. Hwahaha...it's addicting, you know? It's the same as reading serial, plus it has screencaps from the drama. Now since there is no interesting drama to be fan of ^^, I decide going back to old habit. Beside, I have English challenge this year...minimal 7 english books, which is still no progress -it's Maaay *screaming. For the first turn I take Divergent. It's because of the movie, of course. Wanna read it before watching. Let's check the review... Another dystopian novel...as usual it's always about the wold that divided into several faction. It consists of Abnegation -whose valuing selflessness-, Candor -valuing honesty-, Erudite -valuing cleverness-, Dauntless -valuing bravery- and Amity -valuing love/caring, I forgot this one. Anyway, our heroine is Beatrice or Tri...

Coretan Hanif

Gambar
Jika anak lain mengalami periode mencorat-coret sekitar umur 3 tahun, Hanif kecil tidak menunjukkan  minat mencorat-coret. Saya sempat membelikannya doodle mat agar bisa corat-coret dengan puas, tetapi hanya dipakai sebentar saja. Saat teman-temannya di sekolah mulai menggambar sesuatu, Hanif masih berjuang memegang pensil dengan baik dan kerap menggambar 'benang ruwet'. Sekarang ia mulai menunjukkan minat menulis dan menggambar. Hanif suka sekali menggambar berbagai logo dan menuliskan merek-merek yang diingatnya. Alhamdulillah...semoga Hanif semakin pintar^^. Berikut sebagian coretan Hanif. maksud hati "disney pictures" beserta gambar istananya^^ penerbit "basmala"...tetangga ada yang kerja di sana yang ini dari salah satu VCD yang ditontonnya... Globaltv... lengkap dengan logonya doong HP emaknya... daripada corat-coret di tembok...di lantai aja bisa dipel hehe