29 Apr 2019

Resensi: The Romantic Girls (TRG) Series



Ifa Afianty, 2011-2012, Lingkar Pena Publishing House

Seri ini terdiri atas 3 buku...banyak yes. Yes, bukan hanya itu tokohnya pun ada 12 yang saya bahkan tak hapal meski telah membaca ketiganya. Urutannya seperti berikut:
1. Friendloveship
2. 9 Wedding and A Wish
3. Love, Affair and The Reunion
Ceritanya berkisar tentang kehidupan romansa 12 gadis tersebut. Ciri khas cerita mba Ifa selalu tentang geng cewe gaul yang ga pernah lupa sholat dan ikut pengajian. Aq selalu merasa kudet kalau menyimak obrolan geng TRG. Hebatnya pula mereka semua commit untuk tidak pacaran. Too good to be true?...ya sah-sah aja terserah penulisnSaya coba list tokohnya ya...(maaf klo ada spoilernya) Sophie (menikah demi kuliah ke luar negeri), Tere dan Anna (yang sama-sama naksir kakaknya Soph yang playboy), Fe (si ibu peri), Daisy (si tomboi), Tricia (yang dijodohin sama konglomerat), Lea (juga dijodohin sama kerabatnya), Sonia (yang suaminya rada diktator), Sisil (yang ga punya2 gebetan), Astrid (yang friends into lover), Happy (yang suaminya jauh lebih tua), satu lagiii...lupa haha.... Belum lagi ketambahan anggota geng sebelah yang waktu SMA musuhan sama TRG tapi jadi sohib pas udah dewasa (Merry and the gank).
Buku pertama masih tentang persahabatan, yang kedua beberapa ada yang sudah menikah, yang ketiga lebih kompleks ada yang bertengkar, minggat, selingkuh bahkan meninggal. Baca serial ini nano nano rasanya. Ada beberapa scene yang terasa so true karena memang kehidupan pernikahan tak melulu hepi-hepi, bahkan dengan orang yang sholeh/sholehah sekalipun. Karena ya...didikan orang tua dan lingkungan juga turut berpengaruh. Positifnya buku ini dari setiap tokohnya kita bisa belajar berbagai macam problem, bagaimana berserah diri dan mnenerima bahwa takdir Allah selalu yang terbaik. Kekurangannya...puyeng haha...kebanyakan tokoh dan porsinya tidak proporsional satu sama lain. Padahal saya terbiasa nonton telenovela waktu kecil *jaka sembung. Untung anggota TRG kebanyakan yang nyablak jadi percakapannya sering bikin ketawa sendiri, lumayan mengimbangi puyengnya inget-inget ini tokoh yang mana yaa...