Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2014

Tips: Membersihkan Bekas Spidol Permanen

Gambar
Suatu ketika saya pulang kantor dan mendapati cermin di lemari sudah dicoret-coret spidol permanen warna merah. Tidak lain dan tidak bukan hasil dari kreativitas Hanif. Entah nemu di mana spidol merah. Tulisannya "SCTV" lengkap dengan lingkaran di ujung huruf S-nya-_- Biasanya bekas spidol permanen bisa dihilangkan dengan menimpa tulisan dengan spidol whiteboard. Tapi di rumah tak ada spidol whiteboard. Sempat terpikir "ah ya udahlah, cuekin aja. Resiko punya anak kecil." Tapi tiba-tiba saya teringat pernah menonton acara Jepang yang isinya tips2 orang Jepang melakukan segala macam, bahkan sampai ada tips bangun pagi tercepat *geleng-geleng. Di acara itu ditayangkan tips membersihkan bekas spidol di lemari kayu dengan COKLAT!! Ha...kebetulan ada coklat Chunky Bar di kulkas. Jadilah dikorbanin 1 blok untuk membersihkan kaca cermin. Caranya gampang, cukup digosok-gosok tepat di atas berkas spidol, lap dengan kain/tisu, lalu bersihkan kembali dengan cairan pembersih u...

Resensi: The Lonely Hearts Club

Gambar
versi english Ebook, Elizabeth Eulberg Setelah mengalami ditinggalkan sahabatnya demi 'cowok' dan dikhianati pacarnya sendiri, Penny Lane bertekad untuk tidak pacaran lagi (setidaknya selama ia masih sekolah). Terinspirasi dari salah satu lagu The Beatles -salahkan orangtuanya yang penggemar berat Beatles, sampai-sampai namanya dan kakaknya dicomot mentah-mentah dari lagu-lagu Ringo dkk-, Penny pun membuat klub anti cowok bernama "The Lonely Hearts Club". Awalnya ia hanya mencoba mengajak Tracy dan beberapa teman dekatnya, tapi siapa sangka kemudian klub bentukannya menjadi begitu populer. Bahkan mengundang reaksi keras dari para cowok di sekolah dan kepala sekolah! Namun bagaimana ketika Ryan, one of the most wanted boys, mendekatinya?  Another teen book from Elizabeth Eulberg. Covernya catchy banget, sekali lihat langsung tahu kalau novel ini pasti berkaitan dengan The Beatles. Sayang versi Indonesia-nya terbitan penerbit Belia malah merubah cover-nya,...

Lebaran 7 Kota

Gambar
Kalau dihitung, sampai tahun ini saya sudah melewatkan lebaran di 7 kota berbeda. Setiap tempat pasti punya cerita tersendiri. Sejak kecil sampai usia SMU, saya dan keluarga kerap menghabiskan lebaran di Surabaya, tempat tinggal mbah dari pihak ibu. Tapi setelah mbah putri dan mbah kakung tiada, ibu dan adik-adiknya beberapa kali pernah berlebaran di Kediri, rumah kami. Ibu saya memang anak tertua, jadi wajar jadi tujuan silaturahim. Selama itu hanya dua atau tiga kali kami berlebaran di rumah mbah dari keluarga ayah. Saat itu pertimbangannya perjalanan ke Maos (Cilacap) cukup jauh dan bekal yang harus dibawa juga tidak sedikit. Dengan dua anak yang masih sekolah dan hanya ayah yang bekerja, pulang ke Maos menjadi suatu kemewahan. Soal tradisi lebaran, ketiga kota tersebut tak jauh berbeda, hanya yang dikunjungi saja yang beda... Destinasi lebaran kami mulai beragam setelah saya kuliah. Pada tahun pertama saya kuliah, ayah untuk pertama kalinya dimutasi ke Kalimantan Selatan. K...