Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2024

Film: Heartbreak Motel (2024)

Gambar
Yeay...akhirnya nonton juga filmnya di minggu terakhir tayang di bioskop dan...saya lumayan surprise. Film dibuka dengan adegan Ava bekerja sebagai housekeeping di sebuah hotel, kemudian berselang-seling dengan adegan Ava yang sedang akting, Ava di luar syuting, Ava remaja dan Ava kecil di tengah pertengkaran orang tuanya. Di kehidupannya sebagai housekeeper hotel, ia bertemu Raga -tamu hotel yang kerja di bidang finance-, sementara di kehidupan artis dia bertemu Reza -aktor lawan main yang kemudian jadi kekasihnya-.  Saya surprise dengan alurnya, berbeda dengan novel meski ada beberapa hal yang sama. Di awal saya sempat menerka Ava punya kehidupan ganda, yang mana tak ada di novelnya. Kemudian voila...di tengah film barulah saya paham arah alurnya. Secara umum, saya lumayan menikmati film ini. Alurnya unik (sudah saya singgung sebelumnya), aktingnya jempolan (terutama Laura Basuki, bisa ya akting tanpa kata-kata tapi feelnya tetap sampai ke penonton) dan visualisasinya juga bagus....

Resensi: The Duke and I

Gambar
Julia Quinn, 483 halaman GPU, 2013 Inti cerita buku ini tentang hubungan palsu yang akhirnya jadi cinta betulan. Tokoh utamanya adalah Daphne (anak ke-4 dari Bridgerton bersaudara) yang merasa kerap di'friend-zone'kan oleh para pria di sekitarnya. Ia menyenangkan dijadikan teman tapi tidak untuk diperistri. Di sisi lain ada Simon Basset yang bertekad untuk tidak menikah karena 'luka' masa kecil. Padahal para ibu menganggapnya sebagai the most eligible bachelor untuk jodoh putrinya. Kemudian dalam suatu kejadian, Simon bertemu Daphne dan membuat kesepakatan. Daphne berharap pamornya naik dengan mengencani Simon dan Simon ingin menghalau para ibu yang berebut menyodorkan putrinya.  Menurut saya, alur buku ini mudah ditebak dan agak sedikit membosankan. Tipikal historical romance. Kenapa serialnya begitu hits? Hhmm...saya menduga mungkin visualisasinya berperan besar. Walau saya belum berminat menontonnya. Sejujurnya membeli ebooknya di googleplay karena sedang diskon dan ...

Resensi: Gelap Terang Hidup Kartini

Gambar
KPG, 2022  Dulu saat masih sekolah, saya mengenal sosok Kartini sebagai pahlawan emansipasi wanita di Indonesia. Beliau mendirikan sekolah bagi para wanita di Jepara yang kala itu lazimnya tidak mengenyam pendidikan. Pemikirannya diketahui dari buku Habis Gelap Terbitlah Terang yang merupakan kumpulan surat Kartini kepada Ny. Abendanon. Hanya sebatas itulah yang saya dapat dari pelajaran sejarah. Padahal saya merasa memiliki keterikatan dengan sosok Kartini, hanya karena lahir di tanggal yang sama haha... Ketika Tempo menerbitkan seri tokoh bangsa, saya juga tak langsung tertarik. Maklum saya bukan penikmat biografi *lirik buku tentang Pak Hatta yang belum tuntas dibaca. Baru dibaca 1 dari 3 buku. Tapi ketika mengangkat Kartini, saya tertarik karena alasan sentimentil yang saya sebut sebelumnya daan...karena film Kartini besutan Hanung berhasil memantik rasa penasaran saya untuk mengenal sosok Kartini lebih jauh. Meski disajikan secara singkat, buku ini banyak mengulik tentang perg...