Mungkin menjadi impian setiap orang tua penyandang autisme bahwa sang anak bisa bebas makan gluten. Karena hampir setiap makanan/jajanan melibatkan zat gluten ini -yang bahkan tidak bisa diproduksi di negeri sendiri alias masih mengimpor-. Artikel ini saya baca di majalah Tempo bulan Juni 2014. Rasanya seperti mendapatkan angin segar... walau saya tak sepenuhnya yakin dengan artikel ini. Selama ini Hanif masih menunjukkan efek ketika makan terigu. Mungkin suatu saat nanti... *berharap. Semoga bermanfaat.
Review: Living Room No Matsunaga-san
Lama ngga nulis blog padahal banyak ide di kepala. Ya begitu kalau kerjaan sedang banyak jadi malas mau menulis hehe... Kali ini saya akan r...
-
Sejak lulus kuliah, saya tidak pernah pulang ke rumah orang tua lebih dari 10 hari. Iyalah jatah cuti setahun maksimal 12 hari, belum kalau ...
-
Ehsan Masood, Gramedia Pustaka Utama, 2009 Siapapun yang mencari kebenaran tidak akan mendapatkannya dengan mempel...
-
Hari ke-6 mulai bingung menulis apa. Bosan juga menulis review, apalagi jika sudah jeda lama dengan waktu membacanya. Harus dibuka dan dicer...

