Postingan

Resensi: Satine dan Langit Mengambil

Gambar
Ika Natassa, 2024 dan 2025 Gramedia Pustaka Utama Sejujurnya saya terlalu malas untuk membuat postingan berbeda untuk dua novel karya Ika Natassa. Satine terbit di tahun 2024. Saya baru membacanya di tahun 2025 akhir setelah membelinya di awal tahun 2025. Sementara Langit Mengambil terbit di awal tahun 2026. Kali ini saya bahkan ikutan PO bukunya yang plus merchandise . Begitulah minat baca saya akhir-akhir ini, kadang giat, seringnya malas. Lebih memilih untuk tidur atau membaca webtoon yang lebih singkat. Ternyata saya tak ada bedanya ya dengan penggemar dracin hehe...lebih suka short escape . Oke...kita mulai dari Satine. Berkisah tentang Satine, seorang bankir yang punya segalanya, kecuali jodoh. Dari sini bisa tertebak ya ke mana arah ceritanya. Satine bertemu dengan Ash melalui dating agency . Keduanya bersepakat untuk contract dating pada awalnya, namun berkembang menjadi lebih dalam karena Satine dan Ash adalah dua orang yang membawa luka pengasuhan. Satine yang s...

Karim dan Dokter Gigi

Gambar
  Bagi yang pernah membaca tulisan saya tentang Hanif dan serba serbi dokter gigi di sini , hal yang sama pun saya terapkan ke Karim, adiknya. Alhamdulillah lebih lancar prosesnya, meski tidak langsung mau treatment dalam sekali datang. Karim baru mau buka mulut di kunjungan kedua. Saat ini Karim sudah bisa dicabut gigi tanpa drama. Hal yang belum pernah terjadi ketika masa Hanif karena gigi Hanif selalu tanggal sendiri atau tanggal dengan paksaan alias dipegangin. Sekarang saya juga sudah bisa berkunjung ke dokter gigi bertiga dengan Karim dan Hanif. Awalnya saya hanya ingin Karim melihat kakaknya treatment dengan harapan bisa menguatkan hatinya. Namun jadi keterusan, lumayan hemat waktu sekali dayung dua pulau dapet. In frame : Karim ketika treatment cabut gigi, Hanif main henpun di belakang dokternya jd tidak terlihat. Bagi yang kepo kliniknya, monggo search sendiri ya ada di foto nama kliniknya. Ini dokter yang sama dengan di klinik BPJS, namun saat itu saya sedang tidak punya ...

Resensi: Di Depan Kabah Kutemukan Jawaban

Gambar
Riza Almanfaluthi , 2025 Maghza Pustaka, 200 halaman Buku ini adalah buku kedua Pak Riza yang saya review . Saya punya beberapa buku beliau tulis dan ini yang paling terakhir saya beli. Namun paling berkesan bagi saya. Mungkin karena saya -sebagaimana muslim lain- juga rindu ke Baitullah ya. Semoga Allah ijabah kesempatan untuk berhaji atau umroh. Buku ini berisi kisah perjalanan haji dan umrah yang pernah penulis alami. Berhajinya sudah di tahun 2011 dengan istrinya dan ibadah umroh di tahun 2025 awal dengan keluarga (istri dan anak). Penyajian buku terbagi 5 bab tentang persiapan, berbagai ritual dalam haji dan umrah, kisah-kisah di kota Nabi, kisah terkait Kabah dan terakhir tentang pulang. Ceritanya dituturkan dalam fragmen slice of life , bercampur antara momen saat haji maupun umrah. Selain menyelipkan  rujukan ayat al quran dan hadits, penulis juga menuliskan berbagai tips dan hacks baik untuk...

Resensi: Log In: Habib dan Onad

Gambar
Husein Ja'far Al Hadar, 2025 Penerbit Hiatus, 200 halaman Pertama tahu buku ini dari iklan di email. Konon materi buku ini diambil dari podcast Habib Ja'far dan Onad. Jujur saya bukan penggemar podcast *orang visual saya. Pun tak tahu siapa Onad tapi saya tahu Habib Ja'far dan kiprah dakwahnya yg 'anak muda' banget. Itulah yang kemudian mendorong saya membeli buku ini kala peluncurannya di mizanstore.com. Buku ini dikemas dalam 20 bab (termasuk epilog) dengan judul-judul yang cukup provokatif. Maksudnya kerap kita dengar ditanyakan oleh orang-orang yang belum atau baru kenal Islam. Contohnya 'kalau Tuhan Maha Esa, kok, agama banyak?' 'katanya Islam damai, kok, boleh perang?' 'kok Islam engga asyik, dikit-dikit haram'. Menarik yaa, bahkan saya sendiri jadi mikir jawab apa ya kalau ada yang nanya begitu. Penjelasannya ditutur dengan bahasa yang ringan dan kerap menggunakan analogi sederhana sehingga mudah dipahami. Meski demikian ...

Antara Diary, Blog dan Instagram

Saya suka menulis sejak SD. Meski tetap tak suka ketika harus mengerjakan mengarang bebas yang tak pernah absen dari ujian Bahasa Indonesia kala itu. Bagi saya menulis itu harusnya tanpa beban dan tanpa paksaan. Maka saat itu saya mulai menulis diary . Hanya menceritakan keseharian dan apa yang saya rasakan. Tidak pula untuk konsumsi orang lain. Ketika dewasa, saya menghindari menulis diary . Memilih untuk curhat langsung saja pada Allah dan beberapa kawan dekat. Jujur agak khawatir ketika tumpahan emosi sesaat yang berjejak tersebut akan menimbulkan konflik di kemudian hari. Tapi saya tetap ingin menulis. Saat itu baru mulai trend blogging dan saya pun ikut membuatnya. Topiknya seputar keseharian saat itu yakni mengurus anak kala mengambil cuti panjang sekitar 2 tahun. Jadilah isi blog ini review buku dan film (karena saya suka baca novel dan nonton tapi bukan yang hobi banget), resep (dulu sempat dipaksa berkutat di dapur karena hanif harus diet CFGF) dan cerita perjalanan (biar a...

Jumpa Baca

Gambar
Kali pertama mendengar kegiatan Silent Reading di whatsapp grup salah satu komunitas kantor, yang terlintas di kepala adalah silent reader di grup whatsapp. Beberapa saat kemudian baru sadar bahwa itu kegiatan membaca bersama yang dilakukan secara online. Mungkin karena anggotanya kebanyakan emak-emak kantoran yang wiken pasti banyak acara, makanya diadakan online di jam istirahat seminggu sekali. Memaksa diri untuk membiasakan diri membaca, tujuan yang baik. Walau diri pribadi merasa ngapain ya nyalain zoom terus baca buku hehe... No offense ya, saya sudah mengakui tujuannya baik. Beberapa waktu yang lalu perpustakaan kampus juga menggelar uji coba event yang sama. Namun secara offline di gazebo depan perpus. Nama kegiatannya Jumpa Baca akronim dari Jumat Pagi Membaca. Nama yang catchy. Kegiatan tersebut sepertinya mengadopsi kegiatan baca bareng oleh komunitas Silent Book Club, terlihat dari foto yang terpasang di flyer kegiatannya. Kebetulan pagi itu saya tidak ada kegia...

Mendadak Musikal Keluarga Cemara

Gambar
Minggu lalu adalah minggu yang hectic. Beberapa tenggat jatuh di tanggal yang sama membuat saya sempat bergadang. Kebiasaan saya ketika kerja (selain menulis) supaya tidak mengantuk sembari mendengar playlist secara acak di youtube. Tiba-tiba sebuah lagu mampir ke telinga saya dengan suara khas Quinn Salman. Eh lagu apa nih koq enak batin saya. Ternyata lagu yang berjudul Indah Apa Adanya itu salah satu lagu dari musikal Keluarga Cemara. Saya penasaran lalu mengulik lebih jauh lagu lagu lainnya. Waah bagus bagus... Alhasil saya impulsif check out tiket musikalnya pas di hari terakhir show. Rupaya musikal tersebut sudah digelar selama sebulan liburan sekolah. Kali ini saya izin ke suami untuk tidak ajak anak anak. Selain karena tiketnya tinggal sedikit, durasi jadi pertimbangan mengingat Hanif dan Karim seringkali minta keluar ketika nonton bioskop. Sekalian mau jeda sejenak dari hiruk pikuk penilaian uts. Berhubung ini kali pertama menonton musikal jadi saya pilih tiket yan...