18 Jul 2025

Resensi: Twenties Girl


Sophie Kinsella, 564 halaman
GPU, 2010

Masih edisi membaca ulang karya Sophie Kinsella. Tema novelnya kali ini adalah hantu. Hhmm...genre romcom berpadu mistik...kayak menarik ya.

Novel ini bercerita tentang Lara yang baru saja putus dari pacarnya (tapi masih yakin mereka akan bersatu kembali). Di sisi lain, ia juga menghadapi masalah pekerjaan, Natalie, partnernya di biro rekrutmen yang didirikan bersama mendadak memutuskan tidak kembali dari liburannya. Padahal Natalie-lah yang lebih berpengalaman di bidang talent-recruitment dibanding dirinya. Kemudian terjadi hal yang aneh saat ia menghadiri pemakaman Sadie (adik dari neneknya), tiba tiba saja ia bisa berkomunikasi arwah Sadie -yang muncul dalam versi usia 20-an. Hantu Sadie memintanya untuk mencarikan kalungnya yang hilang atau ia akan terus menghantui Lara. Pada kenyataannya Sadie tak sekedar meminta Lara mencari kalung, tapi juga menyuruh Lara berkencan dengan dalih agar ia bisa merasakan hal yang tak sempat dilakukannya dulu .

Buku ini adalah salah satu novel standalone dari Sophie Kinsella. Temanya lengkap. Bagian romantis-komedinya ada di cerita hubungan Lara-Sadie dengan Ted pria pilihan Sadie pun kisah cinta Sadie di masa lalu. Sisi misteri ala detektif di cerita pencarian kalung dan asal usul Sadie, serta kisah zero-to-hero-nya pada kisah perjuangan Lara menyelesaikan berbagai pekerjaan head-hunter (dibantu oleh Sadie). Ketika membaca ulang novel ini, saya jadi ingat lagu-lagu Bernadya. Haha...yang lagi hits. Lara awalnya susah move-on setelah diputuskan oleh pacarnya. Sebagai pembaca, saya jadi miris karena jadinya agak-agak stalker. Namun interaksinya dengan arwah Sadie memberinya kerepotan lain yakni melacak keberadaan kalung Sadie.  Misterinya mendapat porsi yang lumayan signifikan di novel ini. Di beberapa bagian agak mengingatkan saya pada film Titanic. Akhirnya lambat laun Lara pun menyadari kesalahannya dan bisa menerima break-upnya berkat nasihat dari Sadie. Positifnya tokoh Lara ini, ia sangat berbakti kepada orang tuanya pun pada Sadie, arwah nenek yang bahkan belum pernah ditemuinya semasa masih hidup. Untuk thrillernya, seri ini menyuguhkan alur paling tidak terduga daripada novel Kinsella lain yg pernah saya baca. Tapi sebaliknya kisah romannya jadi berasa agak kurang chemistry. Kelamaan di bagian susah move-on dan misteri mungkin membuat porsi romansanya jadi sedikit. Bagi penggemar misteri plus roman, saya rekomen banget novel ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Resensi: Satine dan Langit Mengambil

Ika Natassa, 2024 dan 2025 Gramedia Pustaka Utama Sejujurnya saya terlalu malas untuk membuat postingan berbeda untuk dua novel ...