30 Jan 2019

Mengurus Penggantian KK dan KTP (Bagian 1)



Sebenarnya kami sudah lebih dari 4 tahun pindah ke rumah sendiri, tapi alamat pada KTP masih alamat kontrakan di mana kami pernah tinggal 7 tahun lamanya. Rasanya malas mau mengurus penggantian karena membayangkan berbagai macam dokumen yang harus ikutan diapdet ketika ganti alamat. Baru akhir-akhir ini kepikiran untuk mengurus karena berniat memasukkan ibu mertua ke KK kami. Jadilah kami putuskan untuk apdet alamat dulu di KK.
Caranya cukup sederhana, cukup meluangkan waktu saja. Haha...ini yang sulit apalagi saya sudah aktif kerja lagi. Jadi nyesel kenapa ngga diurus pas lagi tugas belajar kemarin ya hehe... Saya tuliskan dalam poin-poin supaya lebih mudah dipahami.

Langkah 1: Mengurus surat pengantar ke RT dan RW domisili lama.
Datang ke RT lama dengan membawa copy KK dan KTP. Biasanya Pak RT akan memberikan blanko surat keterangan yang kita isi sendiri sesuai data KK dan keperluan kita, misal untuk mengurus penggantian KK karena pindah alamat ke (sebutkan alamat baru). Setelah ditandatangani RT lalu ke RW untuk minta tanda tangan di surat keterangan tersebut. Waktu pengurusan: 1 jam saja (kebetulan Pak RT dan Pak RWnya pas ada di rumah).

Langkah 2: Mengurus surat pengantar dari RT dan RW domisili baru.
Langkahnya sama seperti yang pertama, hanya ada kata-kata menerangkan bahwa yang bersangkutan adalah benar warga kami dan tinggal di (sebutkan alamat baru). Waktu pengurusan: 2 hari (ini karena Pak RT dan RWnya bekerja jadi nginep semalem di rumah RT dan RW).

Langkah 3: Mengambil formulir penggantian KK ke Kantor Kelurahan domisili baru.
Formulir yang ada diisi lalu ditandatangan dan dicap oleh petugas kelurahan. Formulir dilampiri fotokopi KK lama dan surat keterangan RT/RW. Bagian ini saya minta tolong orang lain untuk mengurusnya (bapak ojek langganan) sehingga butuh waktu sehari semalam karena formulir dibawa pulang dulu dan harus ditandatangani oleh kepala keluarga. Formulirnya diisiin sama pak ojek Hanif dengan tulisannya yang aduhai haha... *bersyukur dah mau bantuin ngisi jadi bisa langsung dapat cap.

Langkah 4: Membawa berkas (formulir dan lampirannya) ke kantor kecamatan.
Nah, tahap ini saya juga minta tolong lagi ke pak ojek jadi tidak tahu banyak tahapan di kantor kecamatan ini. Setelahnya saya cuma diberikan tanda terima yang akan digunakan untuk mengambil KK di kantor kecamatan sekitar 2-3 minggu ke depan (saya agak lupa waktu persisnya tapi di tanda terima sudah tertulis tanggal selesainya). Kalau jalan sendiri dan ditandatangan sendiri, langkah 3 dan 4 bisa dilakukan dalam 1 hari.

Langkah 5: Mengambil KK baru di kantor kecamatan.
Tahap ini saya lakukan sendiri kebetulan pas lagi cuti karena suami sakit. Cukup datang, ambil antrian, perlihatkan tanda terima dan ambil KK. Sepertinya boleh diwakilkan karena saya tidak diminta memperlihatkan KTP.

Langkah 6: Mencetak KTP baru.
Jika KTP sebelumnya belum eKTP, maka harus dilakukan perekaman eKTP di kantor kecamatan setelah mengambil KK. Tapi karena KTP kami sebelumnya sudah eKTP jadi tinggal cetak KTP baru di...Kantor Dukcapil Tangsel, Cilenggang, Serpong. Aduhaai...jauhnya haha.... Mana wiken ga buka lagi. Entah kenapa mau cetak eKTP aja mesti ke Dukcapil yaa...padahal dulu waktu bikin bisa di Kantor Kecamatan.

Okaay, sampai di sini dulu ya. Yang penting KK udah jadi yes hehe.... Nanti disambung lagi postingan tentang mencetak eKTP di Dukcapil (link). Semoga bermanfaat....

28 Jan 2019

Say Hi

Assalamualaikum...sapu-sapu dulu hehe.... Dah sekian lama ga posting, mumpung pas momen awal tahun saya jadikan salah satu resolusi di tahun 2019 yakni rajin nulis alias posting. Alhamdulillah di 2019 ini insya Allah akan penempatan di tempat baru (belum tahu di mana tapi wishing for the best lah), akan lahiran juga adiknya hanif (semoga sehat dan lancar sampai due date) daan hanif akan masuk kelas 6 (belum kebayang tar UNnya seperti apa). Saya berharap semoga semuanya dapat dilalui dengan baik dan menuliskannya bagi saya bisa menjadi semacam kontemplasi saat menghadapi suatu peristiwa. Seringkali ketika dihadapkan suatu kejadian, kita kadang lupa atau tidak terlalu mengingat perasaan pada saat itu. Dengan menuliskannya kembali, saya sering bertanya kembali pada diri sendiri apa yang sebenarnya saya rasakan saat itu. Benarkah langkah yang sudah saya ambil? Selain itu juga bisa sebagai dokumentasi sih. Rasanya seneng aja kalau baca-baca postingan lama. Kalaupun ternyata bisa bermanfaat bagi orang lain, alhamdulillah. Tapi yang paling penting, i'm happy to do it. Bismillah...semoga bisa istiqomah....

Credit foto: google

7 Des 2016

Resep: Nasi Liwet Ala Ala


Wiken lalu saya ketempatan pengajian. Mikir mau bikin apa ya. Seringnya sih beli kue aja atau bikin bihun. Tapi bosen lah. Ngelirik di pojokan dapur ada panci presto yang mulai debuan hehe.... Akhirnya diputuskan masak nasi liwet pakai presto...
Bahan:
2 liter beras 
250 gram teri medan, goreng hingga krispi
3 siung bawang putih, iris
6 siung bawang merah, iris
3 lembar daun jeruk
4 lembar daun salam
2 batang sereh, geprek
3 cm laos, potong 3 dan geprek
Garam secukupnya (saya pakai 1 sdt peres)
Air secukupnya (1,5 ruas jari telunjuk dari permukaan beras)

Cara membuat:
1. Cuci beras. Tumis bawang merah dan putih dengan sedikit minyak di panci presto. Setelah harum, masukkan beras dan tambahkan air.
2. Ukur air 1,5 ruas jari telunjuk dari permukaan beras. Masukkan daun jeruk, salam, sereh dan laos. Tambahkan garam dan separuh bagian teri goreng lalu aduk rata.
3. Tutup panci presto. Masak dengan api besar sampai berdesis. Setelah berdesis, kecilkan api dan masak selama 10 menit.
4. Setelah 10 menit, matikan api dan tunggu selama 15 menit sebelum membuka katup dan tutup panci presto.
5. Nasi liwet siap disantap dengan taburan teri goreng.

Hasilnya bisa untuk 10 orang. Yumm...buatnya gampang dan cepat. Saya cuma menyiapkan telur dadar iris, teri goreng, kerupuk dan sambal sebagai pelengkapnya. Klo tempe goreng yang difoto itu, tempe sisa kemaren haha...dibuang sayang ya akhirnya dibuang ke perut aja. Selesai difoto, seporsi langsung amblas:p. Alhamdulillah Hanif juga doyan. Selamat mencoba^^. Next time mau coba pakai magic com aah....

Resep: Homemade Susu Kedelai


Saya lagi demen susu kedelai. Alhamdulillah Hanif doyan (walau hanya 1 gelas sehari) dan ayahnya juga mau (kadang-kadang sih). Makanya saya makin seneng bikinnya^^. Resepnya saya baca di instagram, lupa nama ig-nya *saking kebanyakan yang distalking:p

Bahan:
250 gram kedelai, rendam minimal 2 jam (saya biasanya sebelum tidur untuk dibikin pagi)
Air total 1500 ml
Daun pandan 3-4 lembar

Cara membuat:
1. Tiriskan kedelai yang sudah direndam. Masukkan ke blender, tambahkan 1000 ml air. Blender kurleb 30 detik.
2. Saring air kedelai dengan kain. Sisihkan ampasnya, tambahkan 500 ml air, aduk dan saring lagi dengan kain.
3. Rebus sari kedelai dengan pandan sambil diaduk-aduk. Kalau mengaduk sampai dasar ya karena biasanya ada endapan yang lengket. Setelah mendidih, segera matikan api dan biarkan dingin sebelum dimasukkan ke kulkas.

Saya sengaja bikin yang engga manis karena selera kami bertiga berbeda. Jadi tinggal tambah gula di gelas sebelum diminum. Kadang saya pakai sebagai campuran di resep puding silky untuk Hanif. Selamat mencoba^^

22 Sep 2016

Review Mesin Jahit Brother JS1410

Dari dulu saya ingin punya mesin jahit sendiri. Kalau jaman orang tua kita punya mesin jahit seperti sudah keharusan, secara tukang permak jarang yaa... Sekarang tukang permak sudah banyak. Tapi di sisi lain saya kadang sebel ketika harus permak baju cuma sedikit, dicharge sama seperti permak banyak. Seringkali tukang permaknya sibuk pas waktu ngambil belum jadi. Makanya saya memantapkan diri beli mesin jahit sendiri. Emang bisa njahit? Bisa dong kalau cuma motong atau nambal daster bolong wkwkwk... Setelah pilah pilih sambil galau sekian lama, akhirnya saya membeli mesin jahit merek Brother JS1410. Termurah di generasi mesin portabel. Pertimbangan saya karena toh digunakan untuk jahit menjahit basic saja. Sayang kalau mahal-mahal ga kepake sering hehe *lirik pojokan dapur:p


Ini dia penampakan si JS1410. Lucu ya, terus terang warnanya juga yang bikin saya jatuh hati...eciee *ga penting banget ya emak-emak


Penampakan bagian atas JS1250 dilengkapi ilustrasi cara mengisi bobbins atau spool. 


Fitur yang paling saya suka dari mesin jahit brother dibandingkan merek lainnya adalah spool dipasang di atas. Tidak perlu menggunakan rumah spool dan membuka bagian bawah mesin. Di sebelah lobang spool juga dilengkapi cara memasangnya. Pokoknya user friendly banget buat penjahit newbie.


Pola jahitannya ada 14, termasuk pembuat lobang kancing dalam 4 step. JS1410 ini tidak memiliki fitur pengatur panjang jahitan. Pilihan pola jahitan lurus dengan berbagai macam ukuran panjang sudah tersedia di pilihan 6-10. Jadi sebenarnya jenis pola jahitannya tidak sampai 14 hehe... Ya...maklumlah sesuai dengan harganya. Toh yang sering saya pakai jahitan lurus dan zigzag saja. Tombol yang di bawahnya adalah untuk jahit mundur.


Untuk cara memasang benang pada mesin jahit ditandai dengan nomor di bodi mesin. Bulatan yang ada nomornya itu adalah pengatur tegangan benang bawah. Oh iya di sisi sebelah kiri sudah dilengkapi dengan thread cutter (pemutus benang). Tinggal tarik dan sangkutkan, beres deh. Ga perlu cari gunting #emak-emak pelupa



Kelengkapan bawaan pabriknya ada 4 bobbin, 4 jarum ukuran 14 (1 jarum terpasang di mesin), sepatu lubang kancing, sepatu universal, sepatu resleting, obeng, buku petunjuk, kartu garansi, dvd instruction manual dan foot controller.


Sementara dari seller, dapet bonus sepatu hemmer 2mm (ini favorit banget buat jahit tepian jilbab), sepatu satin stich, dan 7 pack jarum dengan ukuran berbeda.


Fitur terakhir dari mesin jahit ini adalah free-arm sewing. Apa tuh? Haha...saya juga bingung tadinya. Ternyata bagian depan bawah mesin bisa dicopot untuk memasukkan lengan baju yang hendak dijahit. Jadi ga usah ribet lagi kalau mau menjahit lengan baju atau jahitan yg melingkar, tinggal slupp. Bagian mesin yang dapat dilepas juga bisa dipakai sebagai wadah penyimpanan alat-alat jahit.

Naah, kelebihan sudah. Sekarang kekurangannya apa ya...mungkin lebih tepat keterbatasan fitur sesuai dengan harga hehe...
1. Tidak ada pengatur lebar jahitan, tapi sudah ada pilihan pola lurus dengan panjang berbeda-beda
2. Tidak ada pengatur tekanan sepatu
3. Gerigi/feed dog tidak bisa diturunkan dan juga tidak dilengkapi darning plate. Fungsinya untuk bordir manual.
4. Tidak bisa dobel thread, menjahit dengan benang ganda. Biasanya tiang benangnya ada 2.
5. Pola dekoratif terbatas. 

Sejauh ini saya cukup puas dengan fitur yang ada dengan penggunaan menjahit ala pemula. Recommended untuk low budget sewing machine... *tetep lebih canggih mesin jahit saya daripada punya ayah saya :D

Beberapa yang sudah dihasilkan dari JS1410, saya aplot di bawah (tidak termasuk daster bolong dan gamis yang dipotong yaa hehe).

cover mesin jahit model pouch

cover tampak belakang (ada lubang buat pegangan)

jahitan tepi pasmina

small pouch


12 Sep 2016

Selamat Idul Adha^^


usai shalat ied

Lebaran haji tahun ini, kami sekeluarga mudik ke Palangkaraya. Awalnya mudik ke Palangkaraya dijadwalkan di lebaran tahun 2017. Tapi karena Hanif terus saja merengek minta ke Palangkaraya setelah mbah utinya pertengahan Agustus lalu, akhirnya lebaran ini kami menuruti keinginan Hanif. Kasihan beberapa kali ke bandara, cuma nganter doang. Mungkin berasa di-php-in hehe...
Kami sholat idul adha di Masjid Raya Darussalam. Masjidnya gede dan masih dalam tahap penyelesaian. Hanif sholat dengan ayahnya. Saya yang sedang berhalangan, duduk agak jauh dari masjid sambil mengawasi. Alhasil saya sempat mengabadikan detik-detik kaburnya Hanif dari shaf. Saya sempat agak deg-degan karena khawatir Hanif hilang di antara orang banyak. Tapi alhamdulillah menjelang salam, ia kembali ke shaf semula. Saya pun melambaikan tangan untuk mengajaknya keluar masjid bersama saya, daripada bosan duduk pas ceramah. Semoga lebaran tahun depan sudah engga kabur-kaburan lagi ya nak^^

Selamat Idul Adha 1437 H
Semoga Allah melimpahkan kebaikan bagi seluruh umat muslim



detik-detik kaburnya Hanif

16 Agu 2016

Kabar Hanif di Awal Kelas 3

Akhir-akhir ini begitu banyak alasan untuk tidak sempat menulis. Bahkan sekedar mendokumentasikan perkembangan bujangku. Alhamdulillah Hanif sudah naik kelas 3. Setahun di kelas 2 rasa-rasanya dilalui Hanif dengan senang. Terima kasih banyak untuk wali kelas 2B2 Bu Anis (tahun ini memutuskan resign karena ingin fokus ke skripsinya), juga guru2 lain (ada Pak Eko, Bu Nurul, Bu Meli, dan yang lain yang tidak bisa saya sebutkan karena saya ngga hafal hahaha) yang sudah banyak membantu Hanif melalui hari-harinya di kelas 2. Semoga Allah memberikan balasan yang terbaik^^.
Perkembangan Hanif saat ini sudah banyak. Tahun ini Hanif untuk pertama kalinya ikut mabit di sekolah. Cuma sehari sih tapi cukup membuat saya tak nyenyak tidur. Alhamdulillah Ramadhan lalu Hanif juga sudah bisa puasa maghrib...meski harus meningkatkan penjagaan ketat di sekitar area dapur mulai jam 4 sore. Maklum masa-masa kritis...hehe... Bahkan Mbah Utinya terpaksa menunda memasak hidangan berbuka sampai adzan magrib demi Hanif agar tidak tergoda. Hanif sekarang semakin mudah diberikan pengertian. Perhatiannya terhadap lingkungan juga makin baik. Hanif langsung hafal guru wali kelasnya di hari pertama. Nama kelas masih kadang lupa kalau sudah naik kelas. Naik kelas berarti makin banyak pe er untuk emaknya. Pelajaran di kelas 3 mulai kompleks, meski demikian target utama saya tahun ini adalah kemandirian Hanif. Mulai dari makan, mandi, buang air. Pelajaran akademis akan tetap saya ajarkan semampu Hanif. Fokusnya lebih ke kemampuan sosial yakni komunikasi dan kemandirian. Semoga Allah memberikan kemudahan agar saya bisa istiqomah mengajari Hanif setiap hari. Amiiin...semangaat...!
Saya posting beberapa foto kegiatan Hanif di kelas 2 untuk kenangan. Sebagian besar hasil jepretan Bu Anis yang gemar sekali mendokumentasikan kegiatan anak didiknya. Makasih ya Bu.

sanwich day

feeding the goat

menanam

main sawah-sawahan

membajak sawah

outbond

@market day

di kelas

saat makan siang

balap bakiak

engrang batok

saat mabit di sekolah

pameran hasil karya

pawai ramadhan bersama pak eko

farewell bu anis
 

Review: Living Room No Matsunaga-san

Lama ngga nulis blog padahal banyak ide di kepala. Ya begitu kalau kerjaan sedang banyak jadi malas mau menulis hehe... Kali ini saya akan r...