8 Jun 2013

Akhirusannah 2013

hanif dan ayah

Akhir minggu lalu sekolah Hanif mengadakan Akhirusannah, Pentas Akhir Tahun Ajaran di mana setiap siswa menampilkan aksi panggung. Jika tahun kemarin Hanif berpartisipasi dalam drama dan senam irama, tahun ini Hanif dan teman-teman ekskul bolanya menampilkan demo kontrol bola. Alhamdulillah Hanif cukup bersemangat dalam persiapannya, bahkan seringkali terlihat latihan kontrol bola sendiri di rumah sambil menggumamkan lagu tema Piala Dunia yang lalu. Ternyata saat beraksi, lagu tersebut adalah lagu pengiringnya. Penampilan Hanif mengalami banyak kemajuan dibandingkan tahun lalu yang masih berkeliling panggung tanpa mau mengikuti gerak temannya maupun instruksi ibu guru. Kali ini Hanif bisa bersabar menunggu giliran, mengikuti barisan, dan melakukan kontrol bola dengan baik. Saya senangnya bukan main hehe... Selesai tampil di panggung, masing-masing anak diberikan tropi dengan predikat sesuai kelebihan masing-masing. Tahun ini Hanif mendapatkan predikat "Cerdas dalam Menghafal." Alhamdulillah... Terima kasih banyak buat Guru-guru di TK Baitul Maal, terutama Ibu Guru kelas A3 (Bu Ida dan Bu Mega) juga Shadow Teacher Hanif (Bu Nita) yang sudah sabar membimbing Hanif selama di sekolah. Semoga Allah memberikan balasan yang terbaik atas keikhlasannya. Amiin...


tropi hanif

hanif beraksi

foto bareng teman ekskul bola kelas A

dengan ibu

Kerjaan oh Kerjaan

Jika awal bulan lalu saya sempat memposting kepindahan saya ke bidang lain, here I am in my new place. Yaah, masih new lah, kan baru sebulan lebih. Saya dipindahkan ke Bidang Perencanaan dan Pengembangan Diklat. Sesuai dengan namanya, kerja bidang ini adalah merencanakan dan mengembangkan diklat, khususnya di bidang pajak. Di bidang Renbang ada tiga subbidang, yaitu program, kurikulum dan tenaga pengajar. Subbid program menentukan diklat-diklat apa saja yang perlu dilakukan dalam setahun, subbid kurikulum memotori pembuatan kurikulum dan bahan ajar, lalu subbid tenaga pengajar menangani rekomendasi pengajar untuk masing-masing diklat serta pengembangan widyaiswara (pengajar). Saya ada di subbid tenaga pengajar.
Penyesuaian awal saya lakukan dengan agak susah payah. Menghafalkan widyaiswara (WI) yang jumlahnya 28 orang, letak mejanya dan kompetensinya. Yang terakhir yang paling susah. Sebenarnya para WI tersebut sudah dikelompokkan berdasarkan kluster kompetensinya yaitu KUP, PPh, dan PPN. Tapi ternyata tak sesederhana itu karena terkadang mata pelajaran dinamai spesifik seperti Imbalan Bunga, Karakteristik Subjek Pajak. Saya yang berbackground akuntansi ini super-duper-oon masalah perpajakan. Yang mana KUP, yang mana PPh.... But the show must go on, learning while doing. Lalu jika pengajar di Pusdiklat penuh atau kompetensinya tidak sesuai dengan materi, maka saya juga harus menghubungi pengajar dari luar, baik dari Balai Diklat di daerah, Pusdiklat lain maupun dari kalangan akademisi. Bersurat, bertelepon, bersms...di sini kemampuan berkomunikasi mutlak dibutuhkan. Saya yang biasa menulis tak lantas membuat urusan 'komunikasi' ini berjalan lancar. Memilih kata-kata sedemikian rupa sehingga pesan tersampaikan kepada pihak lain secara halus tetapi tetap tepat secara makna. Kesalahan berbahasa bisa menimbulkan artikel baru di website (baca di sini).
Bekerja di tempat baru memberi kesadaran bahwa saya masih harus banyak belajar. Mungkin saat ini saya merasa berada dalam zona tak nyaman, tapi bukankah hal yang sama terjadi pada masa-masa awal saya menjadi bendahara di BDK Balikpapan? Ibarat belajar jalan, saya masih nabrak-nabrak dan sering jatuh saat ini hehe... Semoga segala sesuatunya akan lebih baik ke depannya nanti. Amiin...

seusai in house training

4 Mei 2013

Balada Samsung GT P1000 (jilid 2)

Suatu hari saya mengajak serta Hanif ke pengajian rutin di rumah seorang teman. Tak lupa saya bawa juga Samsung Galaxy Tab-nya untuk jaga-jaga ketika dia rewel atau bete. Saat tiba di sana, ternyata anak teman saya (Hasna namanya) juga membawa Ipad-nya. Di mana-mana rumput tetangga selalu kelihatan lebih hijau yang akhirnya menyebabkan Hanif dan Hasna bertukar gadget. Beberapa saat berselang, terdengar celetukan dari Hasna "Ummi, ini gimana?". Rupanya Hasna tak familiar dengan Galaxy Tab. Tak berapa lama lagi kembali terdengar "Ummi, ngga bisa..." dan seterusnya berulang hingga akhirnya Hasna meminta kembali Ipadnya. Sementara Hanif sedari tadi anteng-anteng saja memainkan Ipad milik Hasna. Terlepas dari kemudahan Ipad yang hanya punya 1 tombol, saya baru sadar ternyata Hanif memiliki logika yang cukup bagus. Ia tak pernah memainkan Ipad tapi bisa dengan lancar menggunakannya dengan menyamakan cara-cara yang biasa dia lakukan pada Galaxy Tab. Kali lain saya mendapati Hanif dengan lancarnya memutar lagu dari BB teman saya padahal ayah dan ibunya ngga ada yang pakai BB. Ayahnya pakai Iphone (yang sama sekali ngga boleh dimainkan Hanif) dan saya masih setia pakai Nokia E63 jadul (yang juga sudah dikuasainya). Ia pun lancar memakai Galaxy Tab 2 yang sedikit beda dengan miliknya GT P1000. Satu hal lagi yang saya sadari dengan melihat Hanif memainkan berbagai gadget adalah ia tak pernah takut untuk mencoba. Fearless Hanif^^. Kalau anak lain akan spontan berteriak minta tolong saat salah pencet dan tampilan layar berganti, sebaliknya Hanif akan terus saja mencoba pencet-pencet ngasal sampai gadgetnya hang barulah ia minta tolong. That's my son. Semoga Hanif kelak akan menemukan minat dan bakatnya.

Book Review: Catching Fire (Hunger Games #2)



Suzanne Collins, Scholastic, 2009



Coming home after the game, Katniss have no choice but to keep her star-crossed lover acting with Peeta. She must convince all people that what she did in the game purely because of love and not a rebel toward the Capitol. Even proposal of their marriage has been arranged, still the plan doesn't seem to work because then some uprisings started to happen in several district during the victor tour. President Snow shows his dissapointment to Katniss and followed by a lot of restrictions back in district 12. Afraid that her family, Gale's and Peeta's being killed by President Snow, she think the possibility of running away through the woods. But neither Gale or Peeta agreed to it. While she is preparing the wedding, then an announcement of The Quarter Quel comes out. The participants of the quel will be chose from existed victors in every district. As the only girl victor in district 12, she will enter the game once again and Peeta will surely volunteers even if Haymitch being chose. May the odds be their favor this time?

 
My first reaction reading the synopsis is what? another Hunger Games? I don't think I can't stand for another one. But curiousity beats all that feeling. A lot of progress in this second installment. In the beginning Katniss is so scared of President Snow and his Capitol that she do all she can do to put things back in the place. But when Snow adding more presurre on her, she is gradually being brave and stronger. It is showed when she duplicating the dead body of Seneca Crane during the meeting with Game Master. The other thing is we finally got to know how the previous victor won their games and what happen to them after that. It seems being voctor is not-happy-ending-at-all. That's the reason why Haymitch being like that. The game, Quarter Quell, is...very different with the previous (in first book). The concept is brilliant, really... OMG, I feel like Capitol people haha.... Although still hate the killing part, I admit Quarter Quell is great. Probably it is because the tributes are all winner. I can't wait the visualization in movie. About the love triangle, it grows a little bit faster on one side than another. In this book we finally know that Gale loves Katniss and maybe she do too but that was before Peeta came. Peeta from the first book always get more opportunity to show his undying love to Katniss by being the tribute. Sorry Gale, you're just not be there in the right time. Even Katniss isn't so sure about her feeling yet, but we find her always looking some comfort to Peeta. I wonder is there any real love like Peeta to Katniss? Maybe there is but probably one in a million. In the end, the writer give us very depressing ending that make me wanna read the third. Great book!!!

victory tour poster

20 Apr 2013

Pindah...


Minggu lalu saya dipindahkan. Alhamdulillah masih di kantor yang sama, hanya pindah ke bidang Perencanaan dan Pengembangan dari sebelumnya di Tata Usaha. Meski banyak yang bilang subbidang yang saya tempati sekarang sibuk banget, saya berusaha menjalaninya dengan ikhlas. Saat ini saya ditempatkan di subbidang Tenaga Pengajar, yang tugasnya secara garis besar merekomendasikan tenaga pengajar, baik dari intern widyaiswara maupun dari struktural DJP. Seberat apa pekerjaan saya nanti, saya belum tahu wong baru 2 hari. Saya tak mau berandai-andai atau terlalu mengambil apa kata orang. Biarlah saya merasakan sendiri dan semoga bisa memberikan yang terbaik. Apalagi saya masih menyimpan keinginan untuk bisa menjadi dosen suatu saat nanti. Mungkin dengan sering berinteraksi dengan kalangan widyaiswara, bisa memberikan gambaran lebih pasti dalam peta rencana masa depan saya. Amiiin.... Lagipula kalau lebih sibuk di kantor, mungkin hikmahnya saya akan terbebas dari godaan belanja online dan update blog hehe.... Jadi gaji yang didapat pun bisa lebih berkah dan hemat (meski sampai saat ini masih menunggu-nunggu SK aktif -_-).

Perkembangan Hanif alhamdulillah semakin baik. Komunikasi dan interaksi sosialnya lebih berkembang sekarang. Hanif mulai senang menerima kunjungan tamu di rumah, meniru gerakan orang lain dan makin pandai mengidentifikasi sesuatu, baik benda maupun orang. Menurut guru pendampingnya, kini Hanif sudah mau mendengarkan instruksi dari guru lain selain guru pendamping. Diet makanannya sudah tak seketat dulu, meski saya masih membatasi. Semoga Hanif semakin pandai dan menjadi anak yang sholeh. 


saya di antara teman2 sekantor

Resep: Cake Tape Keju



Gara-gara ada temen sekantor yang hobi banget beli cake tape, saya jadi mikir bisa ngga sih saya bikin. Tertantang nih ceritanya hehe... Resepnya saya contek dari resepnya Mba Erna Lubis di milis NCC.

Bahan:
3 butir telur utuh
1 kuning telur (saya ngga pake)
125 gram tepung terigu
125 gram margarin
100 gram gula kastor/gula halus
200 gram tape singkong yang empuk
1 sdm susu kental manis
25 gram keju parut untuk campuran (saya pakai kraft kecil 35 gram)
12,5 gram keju parut untuk taburan (ngga pake)
1/2 sdt BP (tambahan dr saya)
1/2 sdt vanilli (tambahan dr saya)

Cara:
  1. Pisahkan kuning dan putih telur, sisihkan. Kocok margarin bersama gula kastor sampai lembut dan creamy, lalu masukkan kuning telur satu per satu. Kocok sampai rata.
  2. Lumat tape singkong sampai lembut, campur dengan susu kental manis.
  3. Cuci whisk mixer, lap sampai kering dan gunakan untuk mengocok putih telur sampai kaku.
  4. Masukkan adonan putih telur ke adonan kuning telur, aduk rata. Masukkan tepung terigu(sduah dicampur dengan BP dan vanilli) dan tape sedikit demi sedikit secara bergantian, aduk hingga adonan terlihat homogen.
  5. Olesi cetakan dengan margarin (saya pakai happy call), lalu tuang adonan dan ratakan. Boleh ditambah kismis atau keju parut di atasnya, saya tidak pakai karena happy call tidak bisa membuat permukaan cake kering sebagaimana pakai otang.
  6. Panggang dengan api sangat kecil kurleb 8 menit, balik dan panggang kurleb 3 menit. Angkat dan sajikan.
Hasilnya lumayan sih, ngga se-mumbul (mengembang-red.) bolu klemben. Kata si ayah enak, ngga terlalu manis. Hanif juga doyan.

Book Review: The Hunger Games (Hunger Games#1)




Suzanne Collins, Scholastic, 2010

I never take a look on dystopian book before because I think it's kind of book that will dark my day hehe... Later I decided to give a try for The Hunger Games since everybody like the movie. I haven't seen it yet, but I will after I finished the book.

The book is told by Katniss side. She lives with her only mother and younger sister, Primrose in District 12. The nation of Panem consists of 12 districts dan the Capitol controlling the districts. Many years ago, rebellion happened toward the Capitol and resulted in demolition of district 13. Since then every year each district must send 2 teenagers, boy and girl, to compete in televised survivor games until the one last standing be the winner. That year in the reaping day of 74th Hunger Games, Katniss volunteers her sister place as girl tribute. Then the boy tribute from district 12 is Peeta Mellark, the baker's son who ever helped Katniss once when she was eleven, starving and desperate. Now Katniss has to do everything to win, but could she even killed Peeta?

I love this book. The plot is so engaging from reaping day, the parade of tributes, interview with Caesar and the Hunger Games itself. I still hate the killing part, but it is something that tributes were forced to do by the cruel Capitol. I also love how the writer makes Katniss looks so tough with archery and hunting things but inside she is just a girl dealing with her father death. Upon all of serious issues brought in the novel, I found myself waiting every single interaction of Katniss and Peeta. Hehe...guess a love triangle is never failed to keep my eyes on a book. Overall, the Hunger Games gives a great opening for the trilogy.

The movie review: I put this in here, coz don't wanna write the same thing over. The movie is awesome. I am very excited like all Capitol people when Katniss came out with the fire costume. The casts are also great, matching with what described in the book. Although many said Josh Hutcherson is too short, I think he is good as Peeta. He is no longer cute little Gabe in Little Manhattan. About the games, the director is doing good job by not making it too bloody, but I still hate it. Especially the career tributes who looks very casual doing killing. The only weak point from the movie is the duration. It makes a lot of adjustment and cutting from the original story. So if you like the movie, give a shot to the book too. You'll get more detail, more emotions, and more kisses! I tell you Peeta is more generous with kisses in the book than the movie:D



Review: Living Room No Matsunaga-san

Lama ngga nulis blog padahal banyak ide di kepala. Ya begitu kalau kerjaan sedang banyak jadi malas mau menulis hehe... Kali ini saya akan r...