9 Des 2011

Nagasari Hijau

Berhubung Hanif sekarang diet telur juga, jadi cemilannya beralih dari bolu ke kue-kue basah. Ini bisa jadi satu pilihan yang bisa dibuat dalam waktu singkat asal...bahan-bahannya ada hehe...

Bahannya:

1 gelas munjung tepung beras (pake gelas kopi)

175 ml air

Pasta pandan secukupnya (ngga punya daun pandan sih)

3 sdm gula (bisa pakai gula stevia kurleb 8 sachet)

1 bungkus santan kara yang kecil 65ml

90 ml air

Sejumput garam

Pisang ambon/pisang raja 2 buah

Daun pisang

Caranya:

1. Campur tepung beras, air 175 ml dan pasta pandan, aduk rata sampai tak ada yang menggumpal. Karena Hanif susah makan pisang, pisang biasa saya hancurkan pakai garpu lalu dicampurkan dengan adonan tepung beras ini.

2. Campur gula, garam, santan dan air 90 ml, lalu didihkan. Jika punya daun pandan, masukkan juga.

3. Masukan adonan tepung beras ke air santan, aduk-aduk terus sampai mengental. Angkat.

4. Siapkan daun pisang yang sudah disobek seukuran 15 cm dan dilap dengan lap basah.

5. Taruh 1 sdm adonan dan pisang yang telah dipotong sesuai selera. Lipat daunnya dan tekan-tekan agar adonan di dalamnya padat.

6. Kukus selama 15 menit. Lalu sajikan saat dingin.

Untuk 10 biji ukuran sedang.

Sebenarnya di resep aslinya pakai santan encer 175 ml dan santan kental 150 ml. Yah sebagaimana prinsip saya...just make it simple and quick hehe... Selamat mencoba!!

Dimodifikasi dari Resep Nagasari Pandan, “Kue Basah Tanpa Terigu”, Dapur Kirana, Gramedia Pustaka Utama.

Happy Bunda



Bagi saya membaca buku nonfiksi tidaklah semudah dan secepat membaca buku fiksi. Seringkali saya menemui buku nonfiksi begitu menghanyutkan sampai-sampai saya jadi ngantuk membacanya hehe... Tapi walau bagaimanapun saya tahu buku nonfiksi itu penting, ibarat makanan bagi otak dan jiwa (yaah...makanan yang sehat itu memang biasanya ngga enak:)). Makanya saya menyiasatinya dengan memilih buku yang sesuai dengan kebutuhan saya, salah satunya buku-buku tentang pengasuhan anak dan autisme.
Buku yang satu ini berisikan berbagai pengalaman sebagai seorang ibu. Menjadi ibu adalah perjalanan yang luar biasa bagi seorang perempuan. Ada banyak perubahan yang harus dijalani oleh seorang ibu, yang tentu saja menuntut pengorbanan dan kebijaksanaan yang besar. Karakter seorang perempuan yang telah berkeluarga biasanya akan mendahulukan kepentingan suami dan anak, hingga kadang mengabaikan diri sendiri. Tapi bukan berarti kebahagiaan sebagai wanita lantas akan berhenti. Buku ini mengajak para bunda untuk menikmati peran sebagai seorang ibu, let’s be a happy bunda. Berbagai permasalahan yang sering dihadapi oleh para bunda seperti manajemen waktu, uang, perasaan rendah diri, perasaan bersalah sampai krisis menjelang hari tua dibahas satu per satu. Di setiap bahasannya terdapat tips-tips untuk mengatasi berbagai masalah tersebut.
Gaya bahasa dalam buku ini ringan dan enak dibaca. Pada setiap bahasannya selalu disertai curhat para bunda dan pengalaman pribadi penulis sehingga mengena dan jauh dari kesan menggurui. Buku ini membantu saya mengenali permasalahan diri sendiri, yang ternyata selama ini sering saya abaikan. Salah satu yang paling mengena adalah menjadi bahagia dengan pilihan. Seringkali saya merasa I’m a working mom by no-choice (menyalahkan ikatan dinas, salah sendiri kuliah di STAN ya? Hehe). Well, perasaan seperti itu ternyata berakibat saya tidak ikhlas menjalaninya. Bangga dengan pilihan bahwa saya memilih menjadi ibu bekerja, akan membuat kita siap menerima segala konsekuensi, tidak merasa bersalah dan lebih bahagia menjalaninya. Begitu pun ketika saya memilih untuk full di rumah, harus siap dengan berbagai konsekuensi yang ada. Life is full of choice, tergantung pada diri masing-masing berani tidak untuk memilihnya.... Banyak sekali manfaat yang bisa dipetik dari membaca buku ini, saya merasa tercerahkan. Recommended for every mom –who wants to be happy-.

8 Des 2011

Bolu Coklat

Ceritanya lagi seneng-senengnya bikin bolu pakai happycall. Enak, ngga ribet, dan ngga pake lama. Masih lebih lama ngocoknya daripada manggangnya.
Bahan:

6 butir telur, buang 4 putihnya

1 gelas munjung tepung mocaf

1 sdm coklat bubuk

1 sdm maizena

10 sdm gula pasir (sesuai selera)

200 cc minyak sayur

1 sdt TBM

Caranya:

1. Kocok gula, telur, dan TBM selama 15 menit, kecepatan tinggi.

2. Masukkan tepung mocaf, maizena dan coklat. Aduk rata dengan spatula.

3. Masukkan minyak sayur. Aduk balik.
4. Tuang ke pan happycall yang telah dioles minyak/margarin. Panggang dengan api kecil 7 menit, balik, panggang lagi 5 menit.

Tolooong...ada yang nyulik bolu...

Disuruh pose tapi tangannya sudah beraksi duluan. Laper.com ya nak? sampe ngiler hehe...

10 menit kemudian...kenyang...tidur deh:D

Bolgul Mocaf

Ternyata bikin bolu gulung bisa juga pakai happycall. Percobaan pertama alhamdulillah langsung sukses, ngga pake patah hehe.... Resepnya saya ambil dari sini, tentu saja modifikasi sendiri sana-sini.

Bahannya:

4 butir telur, buang 1 putihnya

2 sdm tepung mocaf

1 sdm tepung maizena

3 sdm gula pasir

½ sdt TBM

100 gram margarin (separo sachet), dicairkan

Vanilli secukupnya

Buttercream mocca:

1 putih telur

6 sdm gula pasir ( pisahkan 5 sdm dan 1 sdm)

1 sdt vanilli bubuk

20 ml air

200 gram margarin

Pasta mocca secukupnya

Caranya:

1. Kocok telur, gula, TBM dan vanilli sampai mengembang (kecepatan tinggi kurleb 15 menit).

2. Masukkan tepung mocaf dan maizena, kocok sebentar hingga rata.

3. Masukkan margarin cair, aduk balik dengan spatula. Jangan lupa sebelumnya margarin dicairkan di pan happycall, dioleskan di bagian atasnya, dan biarkan dingin lalu baru dituang.

4. Masukkan adonan di pan happycall. Panggang dengan api kecil 7 menit, lalu balik, panggang lagi 5 menit. Angkat.

5. Letakkan bolu di atas kertas roti, biarkan menjadi hangat.

6. Oleskan buttercream, lalu gulung perlahan dengan bantuan kertas alas. Bungkus bolgul dengan kertas alasnya, masukkan ke kulkas selama 15 menit. Lalu potong-potong dan hidangkan.

Membuat buttercream:

1. Panaskan 5 sdm gula dan air sampai mencair jadi sirup. Sisihkan.

2. Kocok putih telur, sambil ditambahkan gula dan vanilli. Kocok sampai gula larut.

3. Masukkan margarin sambil terus dikocok.

4. Tambahkan sirup gula sedikit demi sedikit sampai menjadi cream. Sirup gula tidak perlu dipakai semua jika cream sudah cukup kental.

5. Beri pasta mocca, aduk manual.

Buttercream ini jadinya buanyak banget, bisa untuk 3 atau 4 bolgul. Kalau ada lebih, bisa disimpan di kulkas dan dikocok lagi pakai mixer ketika hendak digunakan. Kalau cuma bikin 1 sih emang lebih praktis pakai selai siap pakai. Resep buttercream dicontek dari shinta-littlekitchen.


Penampakan percobaan pertama, pake selai stroberi...

Review: Living Room No Matsunaga-san

Lama ngga nulis blog padahal banyak ide di kepala. Ya begitu kalau kerjaan sedang banyak jadi malas mau menulis hehe... Kali ini saya akan r...